SketsaNusantara.id - Atalarik Syach belum lama ini melaporkan bahwa rumahnya dibongkar paksa karena bangunannya berdiri di atas tanah sengketa tanah.
Melalui akun Instagram pribadinya, aktor berusia 51 tahun itu mengadu pada Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi hingga Presiden Prabowo Subianto.
Mantan suami Tsania Marwa itu mendokumentasikan kondisi tempat tinggalnya yang dieksekusi petugas dari Pengadilan Negeri Cibinong.
Ia protes karena proses gugatan sengketa tanah masih berjalan di pengadilan, namun kini mendadak rumahnya dibongkar paksa petugas.
"Teman-teman, saya lagi didzolimi di sini saya sedang berjuang untuk mempertahankan rumah saya dari tahun 2015 padahal saya sudah beli dari tahun 2000," kata Atalarik Syach dikutip SketsaNusantara.id dari postingan story yang diunggah di akun Instagram @ariksyach.
Atalarik menyebut dirinya tak mendapat pemberitahuan terlebih dahulu dan dianggap bak "binatang" yang diusir seenaknya.
Ia protes dan meminta bantuan untuk mendapat keadilan. Dalam postingannya, Atalarik menyebut nama Dedi Mulyadi dan hingga Prabowo Subianto.
"Saya bingung, gak ada kabar, gak ada surat pemberitahuan kami dianggap kaya binatang, tolong saya yang bisa bantu bisa lihat itu genteng rumah dibongkar-bongkar," kata Atalarik.
"Padahal gugatan masih berjalan, saya bukan penipu, saya cuma rakyat kecil, cuma artis, di tengah korupsi gede-gedean saat ini gampang aja tapi saya gak ada uang untuk melakukan itu," sambungnya.
Tak hanya itu, Atalarik juga menunjukkan adanya dugaan kekerasan yang terjadi saat petugas mengeksekusi rumahnya. Ia mengaku keponakannya bahkan kena pukul petugas.
Dalam video lain yang diunggah di Instagramnya, Atalarik juga menunjukkan petugas memakai kaus hitam bertuliskan "jurusita" meminta keponakan Atalarik untuk segera beranjak dari rumahnya saat proses eksekusi terjadi.