showbiz

Dude Harlino Angkat Bicara Tentang Kebijakan Gubernur Jawa Barat yang Kirim Para Pelajar ke Barak Militer, Sampaikan Pesan untuk Dedi Mulyadi!

Sabtu, 10 Mei 2025 | 17:30 WIB
Intip tanggapan Dude Harlino tentang kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang kontroversial. (Instagram @dude2harlino)

SketsaNusantara.id- Dude Harlino memberikan komentar terkait kebijakan Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat.

Adapun salah satu kebijakan Dedi Mulyadi yang berhasil menuai sorotan adalah mengirimkan para pelajar ke barak militer.

Hal ini berlaku untuk para pelajar yang dianggap bermasalah di sekolahnya khusus wilayah Jawa Barat.

Baca Juga: Heboh! Dedi Mulyadi Rayakan Persib Juara Liga 1 dari Sunroof Mobil Dinas Bareng Bobotoh, Buka Baju di Tengah Kerumunan

Sebagai seorang selebriti yang juga Warga Negara Indonesia. Dude Harlino pun memberikan pandangan atas keputusan Dedi Mulyadi.

Baginya, setiap kebijakan pasti adalah sebuah inspirasi untuk pola pimpinan daerah pada era selanjutnya.

"Mungkin ini bisa menjadi pola pimpinan yang baru untuk selanjutnya. Ya memang semua tidak ada yang sempurna, tapi yang masih kurang bisa diperbaiki, yang masih belum bisa ditambah, yang jauh bisa ditarik sedikit," jelasnya.

Baca Juga: Pakar Hukum Soroti Program Dedi Mulyadi Kirim Siswa Bermasalah ke Barak Militer: Anak Nakal ke Barak, Anak Pelanggar Konstitusi Dikirim ke Mana?

Dalam YouTube Cumicumi pada 10 Mei 2025, Dude Harlino juga menyampaikan jika setiap kebijakan seharusnya dikembalikan untuk masyarakat Jawa Barat.

Apalagi Dedi Mulyadi menjadi ujung tombak pola kehidupan masyarakat Provinsi Jawa Barat sampai lima tahun ke depan.

"Yang paling penting adalah masyarakat Jawa Barat dalam kondisi yang terbaik," ungkap Dude Harlino.

Baca Juga: Menu Takjil Sehat ala Alyssa Soebandono untuk Buka Puasa di Bulan Ramadhan, Dude Harlino: Manis Kayak Bunda

Lebih lanjut, Dude Harlino mengungkapkan pandangannya berkaitan dengan pengiriman para pelajar ke barak militer.

"Sebenarnya pilihan itu boleh jadi opsi, tapi menurut saya juga harus diskusi dengan pakar pendidikan dan psikologi anak agar sinkron," ungkap Dude.

Halaman:

Tags

Terkini