7. Lokasi Syuting di 22 Set yang Ada di Blok M hingga Bandung
Film ini juga menonjol berkat desain produksi yang luar biasa. Set SMA Duri dibangun dari nol di atas bangunan bersejarah, Laswi Heritage di Bandung, yang awalnya digambarkan sebagai bekas penjara.
Tim produksi membangun sekitar 22 titik set lokasi syuting mulai dari lorong sekolah, ruang kelas hingga ruang kepala sekolah termasuk security room untuk film ini. Proses pembangunan set memakan waktu dua bulan dengan melibatkan 60-70 pekerja.
Latar pecinan underground juga ternyata berada di Blok M Jakarta yang disulap jadi lingkungan kumuh dan kacau. Desain set dalam film ini menambah kedalaman visual dan memperkuat narasi distopia Indonesia di tahun 2027.
8. Pesan Sosial yang Mendesak
Lebih dari sekadar hiburan, Pengepungan di Bukit Duri adalah cerminan ketegangan sosial Indonesia. Film ini mengajak penonton merenungi dampak diskriminasi, kekerasan remaja, dan kegagalan sistemik.
"Sejarah bisa berulang jika kita tidak menyembuhkan luka masa lalu," pesan Tia Hasibuan selaku co-produser yang ingin menegaskan pesan mendalam film ini.
Dengan narasi yang relevan dan penyampaian yang intens, film ini menjadi salah satu karya terpenting Joko Anwar. Warganet menyebut Pengepungan di Bukit Duri jadi film "paling horor" yang menunjukkan bahwa manusia dikuasai dendam dan amarah bahkan lebih menakutkan dari iblis.
Pengepungan di Bukit Duri bukan hanya film thriller biasa, melainkan sebuah peringatan mendesak sekaligus ajakan untuk bebenah mewujudkan masa depan bangsa yang lebih baik.
"Film ini terinspirasi dari kejadian nyata yang dibuat untuk mengunggah pertanyaan dan solusi dari kita. Hari ini kita menghadapi situasi kemunafikan, mereka (pemerintah) tidak ada yang peduli sebenarnya," kata Ahok usai menonton film ini dalam testimoni yang diunggah di akun @basukibtp pada 19 April 2025.
"Kita udah gak percaya sama pejabat kita, jujur aja. Terus kita ngapain? Kalo menurut saya, kita tetap berbuat baik, kita gak dendam, kita lawan semua kebencian dengan tidak pakai kekerasan menyerupai mereka, tapi dibalas dengan kasih kita," pungkas Ahok.
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini