Bersama Diana (Hana Pitrashata Malasan), seorang guru lainnya, Edwin berjuang bertahan hidup melawan murid-murid beringas, yang dipimpin Jefri (Omara Esteghlal) dalam pengepungan di gedung sekolah yang mematikan.
Film ini memadukan aksi, thriller, dan drama, dengan narasi yang menggugah tentang kekerasan atau sikap agresif yang tercipta akibat adanya ketidakadilan sosial yang tercipta di masyarakat termasuk yang dialami siswa-siswi di SMA Duri.
2. Naskah Ditulis 17 Tahun Lalu
Menariknya, naskah cerita film Pengepungan di Bukit Duri telah ditulis Joko Anwar sejak tahun 2007.
Film ini baru bisa direalisasikan 17 tahun kemudian untuk menciptakan pondasi kuat dan realistis yang relevan dengan kondisi Indonesia saat ini.
Melalui akun Instagramnya, pria berusia 49 tahun itu menjelaskan bahwa ia menulis naskah berdasarkan kejadian nyata yang mengungkapkan keresahannya sebagai warga Indonesia.
Meski berlatar masa depan, film ini menggambarkan kondisi dystopian saat Indonesia berada di ambang kehancuran akibat adanya kekerasan, diskriminasi, dan kegagalan sistem pendidikan yang masih membayangi Indonesia saat ini.
"Negara kita seperti kaca tipis yang bisa pecah jika tidak hati-hati. Pengepungan di Bukit Duri menggambarkan harga yang harus dibayar demi bertahan hidup di sebuah negeri yang tidak baik-baik saja," ujar Joko, menegaskan urgensi pesan film ini dalam postingan di Instagram yang ditulis pada hari Jumat, 18 April 2025.
"Saya menulis naskah film ini berdasarkan realita yang ada, bagaimana jika Indonesia masih tidak bebenah jika kekerasan dari kebencian itu masih ada. Meskipun diangkat dari kejadian nyata, film ini hanya fiksi dystopia. Atau... Kita sudah ada di dalamnya?" imbuhnya.
3. Kolaborasi Internasional Joko Anwar dengan Studio Hollywood
Film ini menandai kolaborasi pertama Joko Anwar melalui rumah produksi Come and See Pictures dengan studio Hollywood, Amazon MGM Studios.
Kolaborasi ini mencetak sejarah baru bagi perfilman Indonesia dengan menghadirkan standar produksi kelas dunia tanpa menghilangkan nuansa lokal.
Pengepungan di Bukit Duri menjadi film pertama Amazon MGM Studios dengan rumah produksi Asia Tenggara yang sukses memacu adrenalin penonton di bioskop.