"Aku sebenarnya ingin masuk sekolah film tapi mahal, kemudian aku tes masuk ITB, karena di situ ada ekskul bikin film untuk mahasiswa, tapi gak masuk karena gak mau ikut ospek di sana," katanya.
"Terus aku lulus dengan cepat aja di ITB, lamar kerjaan di PH (Production House) gak diterima akhirnya aku jadi wartawan dan ketemu orang-orang film, ketika aku menunjukkan skenario aku jadi masuk ke dunia film," pungkasnya.
Video percakapan Joko Anwar itu mencuri perhatian publik dan mengundang beragam komentar dari netizen.
Beberapa warganet ikut sentil Jokowi dan mengaitkannya dengan polemik soal keaslian ijazahnya yang masih menuai tanda tanya.
Di sisi lain, banyak warganet yang memuji sosok Joko Anwar sebagai sutradara yang cerdas dan bisa menghasilkan film-film berkualitas bahkan selalu tembus Box Office Indonesia.
"Joko yang ini ijazahnya asli, Joko yang di Solo katanya ijazahnya ilang terus ketemu, dilihatin tapi gak boleh foto, ga jelas," komentar salah satu netizen.
"Joko yang di sana ketar-ketir gak lihat ini, awas nanti dilaporin gara-gara dianggap nyindir mantan presiden ijazahnya gak asli," sindir netizen.
"Joko Anwar terbukti sutradara sangat cerdas sehingga karya-karyanya sangat terkenal dan tembus box office, gak pernah gagal bikin film, semua karyanya bagus-bagus," komentar netizen lainnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini