Lebih lanjut, pihaknya memperingatkan pada dua akun Twitter tersebut dalam waktu 2x24 jam untuk segera menghubungi.
Menariknya, tak lama setelah somasi dilayangkan, akun Yogi Natasukma menunjukkan perubahan sikap.
Melalui cuitan terbarunya pada Senin, 14 April 2025, ia menyatakan penyesalan dan mengakui kesalahannya setelah mengetahui latar belakang hidup Umi Pipik.
"Astagfirullah. Gue salah ngatain dia bego... Umi Pipik ngga bego gaes... Dia korban keadaan. Aduh... Salah gue," tulis Yogi.
Dalam unggahan yang sama, ia mengakui bahwa Umi Pipik adalah korban poligami dan penyintas kanker. Ia pun menyebut wanita tersebut sebagai sosok pahlawan, bukan seperti yang sempat ia hina sebelumnya.
"Gue baru tau Umi Pipik korban Poligami. Sad story," tulis Yogi. "Pantesan dia gak sanggup nahan Abidzar. Duh, beneran nyesel gue, ngatain Umi Pipik, Korban poligami, cancer survivor sebagai orang goblok. She's not goblok, she is a hero," lanjutnya.
ResponsYogi atas somasi ini pun mendapat tanggapan dari netizen lain yang menyarankannya meminta maaf secara langsung dan membuat video permintaan maaf secara terbuka. Yogi mengaku siap memenuhi hal tersebut jika diminta oleh Umi Pipik.
"Kalau Umi Pipik meminta hal demikian, saya akan lakukan," tulisnya.
Berbeda dengan Yogi, akun kedua yakni Francois Sigit hingga saat ini belum memberikan tanggapan. Pihak Abidzar pun menegaskan akan melanjutkan ke jalur hukum jika dalam waktu 2x24 jam tidak ada itikad baik.
Langkah hukum yang diambil Abidzar pun mendapat sorotan publik sebagai bentuk keberanian anak dalam membela kehormatan ibunya di tengah kerasnya dunia digital yang kerap tanpa batas.
Sementara itu, aksi Abidzar yang mensomasi akun Twitter penghina ibunya mendapat dukungan netizen.
“Dia seorang laki-laki, dia seorang anak dan dia saat ini sedang membela, melindungi ibu dan keluarganya. Semangat terus Abi,” tulis akun @anggunmahmudxxx.