3. Proses embrio transfer yang penuh haru
Fanny Kondoh mengaku menjalani proses embrio transfer seorang diri di tengah kondisi Hajime yang masih dirawat.
Dokter yang menanganinya saat itu bahkan sempat berpesan, “Bismillah semoga kamu gantiin papamu ya jagain mama.”
Momen tersebut begitu emosional bagi Fanny karena sang suami sedang berjuang melawan penyakitnya di ruang perawatan.
4. Pesan terakhir sang suami sebelum meninggal
Menjelang ajalnya, Papa Udon sempat menyentuh perut sang istri dan berdoa, “Ya Allah lindungilah anak dan istriku. I’m okay if I have to go, but protect my wife and my baby.”
Padahal waktu itu, Fanny belum dapat dipastikan hamil karena baru seminggu melakukan transfer embrio.
5. Nama anak yang telah dipersiapkan Hajime
Meski belum tahu secara jelas apakah Fanny akan hamil, Papa Udon telah menyiapkan nama untuk calon buah hati mereka.
Ternyata mama itu adalah Kazuki, yang dalam bahasa Jepang memiliki arti “ketenangan” dan “kebahagiaan untuk semua orang.”
Nama tersebut menjadi sebuah simbol cinta dan harapan Hajime atau Papa Udon bagi keluarga kecil tercintanya.
Hingga akhirnya takdir menggariskan jika Fanny Kondoh dinyatakan hamil usai kepergian mendiang suaminya tersebut.