SketsaNusantara.id - Nama selebgram Chandrika Chika kembali jadi sorotan publik.
Beberapa waktu lalu, wanita cantik ini pernah terjaring kasus penyalahgunaan narkoba.
Kini ia kembali viral usai diduga lakukan penganiayaan atau kekerasan terhadap seorang wanita.
Baca Juga: Kembali Berurusan Hukum Karena Aniaya Orang, Psikolog Miliki Kecurigaan Ini Terhadap Chandrika Chika
Ramai di media sosial kalau Chandrika Chika diduga menganiaya orang yang tak dikenalnya.
Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Sudirman Central Business District (SCBD) Jakarta Selatan atau Jaksel.
Kronologi yang beredar, Chandrika Chika tengah berada di kawasan SCBD dini hari sekitar pukul 4.30 WIB, pada 14 Desember 2024.
Tidak saling kenal atau menyapa, pertemuan sang selebgram dengan wannita yang jadi korban dugaan penganiayaannya itu tanpa disengaja.
Situasi dini hari usai diduga dari tempat hiburan malam, kejadian tak terduga itu menyeret nama Chandrika Chika ke pihak berwajib.
Dikutip SketsaNusantara.id dari akun X apajadeh @999o7i, 19 Desember 2024, Video CCTV di kawasan SCBD memperlihatkan 2 wanita yang diduga Chandrika Chika dan YB terlibat cekcok.
Siapa sosok YB yang jadi korban dugaan penganiayaan yang dilakukan Chandrika Cika? Berikut ini informasi tentang sosok wanita tersebut.
YB atau Yuliana Byun merupakan seorang mahasiswi di Jakarta Selatan.
Artikel Terkait
Menjiwai! Wulan Guritno Banjir Pujian Memiliki Ekspresi Sangat Mirip saat Memerankan Karakter Ibunda Norma
Gemas nan Lucu, Wulan Guritno Bagikan Potret Kucing Peliharaannya yang Baru Melahirkan, Bukan Kucing Biasa?
Diselimuti Duka, Siti Badriah dan Krisjiana Baharudin Gagal Punya Anak Kembar, Netizen: Calon Debay Sehat-sehat
Heboh! Rafathar Belajar Masak Telur Bareng Mbak Lala, Netizen Justru Beri Dukungan Ini
Hesti Purwadinata Ikut Coba Tren Meta AI WhatsApp, Tanyakan Hal-hal Kocak hingga Ngeselin
Ibo Setiawan Tertangkap Security Usai Kepergok Menyusup di Acara Premiere Film Mufasa: The Lion King, Ini Sanksi Jika Kembali Mengulangi Kesalahannya
Pedas! Baskara Putra Atau Hindia Turut Kritik Kenaikan PPN 12 Persen Per Januari 2025, Singkat Tapi Menohok