Minggu, 19 Juli 2026

Apa Itu PET Scan? Tindakan Medis Vidi Aldiano untuk Deteksi Sel Kanker, Begini Hasilnya

Photo Author
Rizqillah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 22 November 2024 | 21:45 WIB
Vidi Aldiano jalani PET Scan untuk deteksi sel kanker yang ada di tubuhnya (Instagram @vidialdiano)
Vidi Aldiano jalani PET Scan untuk deteksi sel kanker yang ada di tubuhnya (Instagram @vidialdiano)

SketsaNusantara.id - Vidi Aldiano blak-blakan soal tindakan medis yang sedang dilakukan untuk kesembuhan penyakit kanker yang sedang diderita.

Dalam sebuah video yang diunggah di akun instagram miliknya, pelantun lagu Nuansa Bening itu menjelaskan proses yang tengah dijalani.

Kali ini, Vidi memilih Penang Malaysia untuk melakukan PET Scan untuk kesembuhan penyakitnya.

Baca Juga: Profil Sheila Dara Aisha, Istri Vidi Aldiano yang Memenangkan Piala Citra Festival Film Indonesia 2024

Dalam unggahan terbaru, Vidi menjelaskan bahwa hasil PET Scan yang dilakukan tidak sesuai dengan ekspektasi.

“Belum sesuai dengan harapan saya, dan, it’s not bad but it’s not good also, yet," kata Vidi seperti dikutip SketsaNusantara.id dari laman instagram @vidialdiano.

"Jujur butuh banget doa dan dukungan karena ini nggak mudah sampai hari ini. Melihat hasil yang masih belum sesuai ekspektasi itu terkadang bikin kita down dan bisa stres juga,” jelasnya.

Baca Juga: Angin Tak Sedap Menerpa Rumah Tangga Vidi Aldiano dan Sheila Dara! Klarifikasi Buntut Jarang Pamer Foto Mesra, Gegara Netizen?

Lantas apa itu PET Scan? Dilansir SketsaNusantara.id dari laman Siloam Hospital, PET Scan merupakan kepanjangan dari Positron Emission Tomography.

Ini merupakan prosedur medis dengan menggunakan radioaktif untuk menghasilkan gambar 3 dimensi bagian dalam tubuh.

Langkah ini digunakan untuk mendiagnosis sel kanker apakah telah menyebar atau tidak. Selain itu, bisa juga digunakan untuk mengevaluasi pengobatan kanker.

Baca Juga: Mengidap Kanker Stadium 3, Begini Kondisi Terbaru Kesehatan Vidi Aldiano yang Dikabarkan Drop

Tahapan PET Scan yaitu diawali dengan menyuntikkan radiotracer atau zat pelacak melalui pembuluh darah.

Setelah itu, pasien diminta untuk beristirahat dan tidak bergerak selama 60-90 menit agar radiotracer dapat bersirkulasi dalam tubuh.

Halaman:

Editor: Rizqillah

Sumber: Siloam Hospitals

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X