Kamis, 4 Juni 2026

Tuai Kontroversi! Album 'Supernatural' NewJeans Hadapi Kritikan Tajam, Agensi ADOR Angkat Suara

Photo Author
Wilda Wijayanti, Sketsa Nusantara
- Kamis, 4 Juli 2024 | 22:04 WIB
Album Supernatural dari NewJeans hadapi kritikan. (Instagram/newjeans_official.)
Album Supernatural dari NewJeans hadapi kritikan. (Instagram/newjeans_official.)

SketsaNusantara.id - Genre album terbaru NewJeans Supernatural menuai kontroversi. 

Dirilis pada 24 Juni, Supernatural adalah EP Jepang debut grup tersebut. 

Namun, banyak kritikus yang menyatakan skeptis mereka terhadap rekaman yang diklasifikasikan sebagai “J-Pop” di platform streaming musik besar seperti Naver Vibe dan Apple Music.

Baca Juga: Baru Sebulan Menikah, Suami Barbie Kumalasari Lenyap Membawa Perhiasan Mewah Senilai Miliaran Rupiah

Perlu dicatat bahwa penyanyi K-Pop sering merilis lagu dan album di Jepang di bawah label J-Pop. 

Namun, klasifikasi tersebut hanya didapat jika liriknya dalam bahasa Jepang. 

Dalam kasus Supernatural, poin perdebatan berasal dari argumen bahwa single di EP, “Supernatural” dan “Right Now,” keduanya mengandung lirik Korea. 

Baca Juga: Inilah Sosok yang Akan Jadi Wali Nikah Aaliyah Massaid, Ternyata Terkesan dengan Thariq Halilintar dan Keluarganya karena Hal Ini...

Meskipun lagu-lagunya juga memiliki lirik dalam bahasa Jepang dan Inggris, bahasa Korea masih memiliki porsi yang besar.

Lantaran kategorisasi album ini ditentukan berdasarkan permintaan artis atau agensi, ADOR pun menghadapi kritik karena mencantumkan Supernatural sebagai J-Pop. 

Banyak juga yang menyatakan bahwa perusahaan itu sendiri tidak menyebutkan “J-Pop” dalam deskripsi albumnya, dengan alasan bahwa akan lebih akurat jika mendaftarkan lagu-lagu tersebut sebagai K-Pop.

Baca Juga: Unggah Video Naik Transportasi Umum, Han So Hee Diduga Alami Pelecehan! Penggemar Ungkap Kekhawatiran

Banyak pakar yang mempertimbangkan masalah ini dengan konsensus bahwa ADOR seharusnya memilih album tersebut dikategorikan dalam K-Pop. 

Seorang kritikus musik pop berpendapat, bahwa perusahaan tersebut sengaja memberi label lagu-lagu tersebut sebagai J-Pop untuk menargetkan pasar musik Jepang. 

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X