Rabu, 12 Agustus 2026

Brand Newport Punya Siapa? Perusahaan Ini Jadi Gunjingan Warganet Usai Kontroversi Hafalan Qur'an Berhadiah Miras hingga Muncul Seruan Boikot

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:23 WIB
Potret booth Newport yang menuai kontroversi setelah challenge hafalan qur'an berhadiah miras viral, hingga perusahaan yang memasarkan produk tersebut diboikot warganet (X/LambeSaham)
Potret booth Newport yang menuai kontroversi setelah challenge hafalan qur'an berhadiah miras viral, hingga perusahaan yang memasarkan produk tersebut diboikot warganet (X/LambeSaham)

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat salah saru peserta yang melafalkan surah Al-Qur'an dan kemudian ditukar dengan hadiah satu botol miras.

Aksi kontroversial ini kemudian memicu polemik setelah video nya dengan cepat menyebar di media sosial dan mengundang reaksi keras dari warganet.

"Lagi nunggu Hindia manggung, booth Newport bikin challenge 'siapa yang hafal surah Ad-Dhuha dapet satu botol (miras). Are you f**k*n kidding me? Menurut gue kalian gak punya etika dan adab," komentar salah satu warga Threads.

"Ternyata ini brand-nya masih groupnya ORANG TUA. Kok bisa ya bikin campaign challenge hafal ayat Al-Qur'an dapat botol miras? Jangan santai-santai aja nih brand-nya, mereka juga kudu tanggung jawab biar ayat Qur'an gak seenaknya dijadiin becandaan," tulis warganet lainnya.

"Gue yang kristen aja sakit hati. Lo promosi jualan miras tapi jadiin ayat hafalan Al-Qur'an sebagai challenge, beneran harus ditindak ini karena masuk penistaan agama, sakit banget lo semua yang ikut ngerayain!" imbuh warganet lainnya.

Baca Juga: Kasus Injak Al-Qur'an di Lebak, Pemilik Salon dan Pelanggan Resmi Jadi Tersangka Penistaan Agama, Ini Pasal Yang Disangkakan

Banyak warganet menilai penggunaan ayat Al-Qur'an dalam sebuah tantangan dengan hadiah minuman keras merupakan tindakan yang tidak pantas bahkan muncul boikot terhadap perusahaan yang menaungi brand miras tersebut.

"Gara-gara kontroversi hafalan surat, gue jadi males pake produk OT Grup padahal gue pelanggan setia, kecewa banget lah woy kalian yang ada di booth bisa-bisa menistakan agama, apalagi ayat Qur'an dijadiin bencandaan," komentar warganet.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut mengecam aksi tersebut dan menegaskan bahwa tantangan hafalam Qur'an berhadiah miras tidak bisa dibenarkan.

Pihaknya mendesak sejumlah pihak terkait harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena masuk tindakan penistaan agama yang harus diproses secara hukum.

Di tengah gelombang kecaman, manajemen Newport turut menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat.

Baca Juga: Waduh! Pandji Kembali Dilaporkan ke Polisi Gegara Singgung soal Salat, Habib Rizieq Sebut Materi Stand Up Comedy Mens Rea Termasuk Penistaan Agama

Handoko Sasongko selaku pihak manajemen Newport menekankan bahwa challege kontroversial tersebut bukan dari konsep promosi yang direncanakan sebelumnya dan muncul secara spontan dari pengunjung di lokasi festival musik The Souns Project.

"Newport menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat Muslim, tokoh agama, dan seluruh masyarakat Indonesia atas kejadian yang menimbulkan ketidaknyamanan, rasa terluka, dan kegaduhan yang terjadi," begitulah pernyataan tertulis dari pihak Brand yang disampaikan pada hari Selasa, 11 Agustus 2026.

"Newport sangat menyesalkan bahwa situasi tersebut tidak ditangani sebagaimana mestinya pada saat kejadian. Kami menyesal adanya kelemahan dalam pengawasan terhadap pengunjung yang bisa mengambil alih mic dari MC di lapangan, sehingga tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama, keyakinan, budaya serta adat istiadat yang dijunjung oleh masyarakat dapat terjadi," tuturnya.

Halaman:

Editor: Mila Zhely Nurul Hidayah

Sumber: Threads

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X