Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat salah saru peserta yang melafalkan surah Al-Qur'an dan kemudian ditukar dengan hadiah satu botol miras.
Aksi kontroversial ini kemudian memicu polemik setelah video nya dengan cepat menyebar di media sosial dan mengundang reaksi keras dari warganet.
"Lagi nunggu Hindia manggung, booth Newport bikin challenge 'siapa yang hafal surah Ad-Dhuha dapet satu botol (miras). Are you f**k*n kidding me? Menurut gue kalian gak punya etika dan adab," komentar salah satu warga Threads.
"Ternyata ini brand-nya masih groupnya ORANG TUA. Kok bisa ya bikin campaign challenge hafal ayat Al-Qur'an dapat botol miras? Jangan santai-santai aja nih brand-nya, mereka juga kudu tanggung jawab biar ayat Qur'an gak seenaknya dijadiin becandaan," tulis warganet lainnya.
"Gue yang kristen aja sakit hati. Lo promosi jualan miras tapi jadiin ayat hafalan Al-Qur'an sebagai challenge, beneran harus ditindak ini karena masuk penistaan agama, sakit banget lo semua yang ikut ngerayain!" imbuh warganet lainnya.
Banyak warganet menilai penggunaan ayat Al-Qur'an dalam sebuah tantangan dengan hadiah minuman keras merupakan tindakan yang tidak pantas bahkan muncul boikot terhadap perusahaan yang menaungi brand miras tersebut.
"Gara-gara kontroversi hafalan surat, gue jadi males pake produk OT Grup padahal gue pelanggan setia, kecewa banget lah woy kalian yang ada di booth bisa-bisa menistakan agama, apalagi ayat Qur'an dijadiin bencandaan," komentar warganet.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut mengecam aksi tersebut dan menegaskan bahwa tantangan hafalam Qur'an berhadiah miras tidak bisa dibenarkan.
Pihaknya mendesak sejumlah pihak terkait harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena masuk tindakan penistaan agama yang harus diproses secara hukum.
Di tengah gelombang kecaman, manajemen Newport turut menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat.
Handoko Sasongko selaku pihak manajemen Newport menekankan bahwa challege kontroversial tersebut bukan dari konsep promosi yang direncanakan sebelumnya dan muncul secara spontan dari pengunjung di lokasi festival musik The Souns Project.
"Newport menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat Muslim, tokoh agama, dan seluruh masyarakat Indonesia atas kejadian yang menimbulkan ketidaknyamanan, rasa terluka, dan kegaduhan yang terjadi," begitulah pernyataan tertulis dari pihak Brand yang disampaikan pada hari Selasa, 11 Agustus 2026.
"Newport sangat menyesalkan bahwa situasi tersebut tidak ditangani sebagaimana mestinya pada saat kejadian. Kami menyesal adanya kelemahan dalam pengawasan terhadap pengunjung yang bisa mengambil alih mic dari MC di lapangan, sehingga tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama, keyakinan, budaya serta adat istiadat yang dijunjung oleh masyarakat dapat terjadi," tuturnya.
Artikel Terkait
Eiger Adventure Land Disegel Dedi Mulyadi, Instagram Eiger Banjir Hujatan, Netizen: Brand Outfit Pecinta Alam tapi...
Kasihan! Gara-Gara Video Dugem Bocor, Tugba Kiara Terancam Sepi Endorse, Resmi Diboikot Brand Hijab Terkenal?
Imbas Polemik 'Open to Work' Prilly, Akun Instagram Sensodyne Ramai 'Diserang' hingga Muncul Seruan Boikot, Respons Omara Esteghlal Bikin Salfok
Udah Kelewat Batas! Brand Miras Newport Bikin Challege Hafalan Qur'an Berhadiah Minuman Beralkohol, Tuai Kecaman karena Dinilai Penistaan Agama
MC Booth Newport Minta Maaf usai Promosikan Brand Miras dengan Hafalan Qur'an, Klarifikasinya Malah Tuai Kritik karena Dinilai Tak Sesuai Fakta