YouTuber sekaligus influencer yang kerap membagikan tips olahraga dan gaya hidup sehat itu dengan tegas menyebut video editan AI yang menyindir Nyimas sebagai bentuk bullying dan body shaming bahkan pelecehan yang seharusnya tak pantas dijadikan lelucon.
"Menurut aku ini bukan video kreatif, bukan juga video yang bertujuan menegur atau memperjuangkan respect & kindness di tempat gym," tulisnya dikutip SketsaNusantara.id dari komentar yang diunggah melalui akun Instagram @yuliabaltschun pada hari Senin, 6 Juli 2026.
"Ini video yang landasannya bullying, (body) shaming & abuse. Tidak seharusnya menormalisasi menegur orang dengan cara yang abusive (melecehkan) begitu," tulis Yulia.
Pernyataan tersebut mendapat dukungan dari sejumlah pengguna media sosial yang menilai kritik terhadap seseorang tetap memiliki batas.
Perdebatan mengenai hal ini bermula dari video yang diunggah Nyimas Laula saat sedang berlatih angkat beban di sebuah pusat kebugaran di Bali.
Dalam video tersebut, Nyimas terlihat meluapkan emosinya kepada seorang pria warga negara asing (WNA) yang beberapa kali mondar-mandir di hadapannya saat ia sedang melakukan latihan angkat beban.
Konten video unggahannya itu kemudian viral dan memicu kritik dari banyak warganet. Tidak sedikit yang menilai reaksinya berlebihan mengingat lokasi tersebut merupakan area publik yang digunakan bersama.
Setelah videonya ramai diperbincangkan, Nyimas akhirnya menghapus unggahan tersebut dan memberikan klarifikasi melalui akun Threads miliknya. Ia menjelaskan bahwa kemarahannya dipicu oleh alasan keselamatan saat berlatih.
Baca Juga: Potret Prilly Latuconsina Nge-Gym dengan Potongan Rambut Baru, Netizen: Kaya Anak SMP
"Gini ya, ini orang sudah tiga kali bolak-balik gonta-ganti dumbbell, di depan itu ada space buat jalan, tapi dia milih melipir lewat platform," tulis Nyimas dalam klarifikasi yang disampaikan pada hari Minggu, 5 Juli 2026.
Nyimas juga mengingatkan bahwa area tersebut merupakan platform yang memang diperuntukkan bagi latihan Olympic weightlifting, sehingga menurutnya tidak seharusnya dilintasi ketika seseorang sedang melakukan angkatan.
Meski telah memberikan penjelasan, perdebatan di media sosial belum juga mereda. Sebagian warganet tetap mengkritik sikap Nyimas, namun kritik hingga video parodi yang berujung munculnya hujatan belakangan ini dinilai terlalu berlebihan apalagi jika menyinggung fisik seseorang.
Polemik ini pun memunculkan diskusi yang lebih luas mengenai bagaimana media sosial sering kali berubah dari ruang kritik menjadi arena perundungan, ketika komentar dan parodi mulai menyasar aspek fisik seseorang serta menggunakan kata-kata yang bersifat merendahkan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Timothy Ronald Sebut Nge-Gym Aktivitas Goblok, Deddy Corbuzier: Berarti Ade Rai dan Panglima TNI Juga?
Sahila Hisyam Ketiban Plate Gym 20 kg, Kini Harus Berjalan dengan Menggunakan Tongkat Kruk
Suami Yulia Baltschun Kerja Apa? Inilah Profil Scot Humphreys yang Mengaku Selingkuh 2 Kali, Kisah Cintanya dengan Sang Istri Kembali Jadi Sorotan
Hotman Paris Sentil Sarwendah di Tengah Huru Hara dengan Ruben Onsu Makin Memanas, Sindiran Menohok untuk Giorgio Antonio Jadi Sorotan
Viral Curhatan Nadhif Basalamah Usai Ngaku Jadi Korban Pelecehan, Respons Aldi Taher Sarankan Segera Menikah Ramai Jadi Gunjingan Warganet