Jumat, 19 Juni 2026

Fadly Faisal Tuai Kritik Usai Unggah Foto Pakai Kaos Bermotif Bra hingga Dituding Pro-LGBT, Kakak Fuji An Beri Pesan Menohok

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 19 Juni 2026 | 19:30 WIB
Potret Fadly Faisal yang menuai kritik hingga dituding Pro-LGBT usai pamer kaos bermotif bra saat liburan ke luar negeri (Instagram @fadlyfdl_)
Potret Fadly Faisal yang menuai kritik hingga dituding Pro-LGBT usai pamer kaos bermotif bra saat liburan ke luar negeri (Instagram @fadlyfdl_)

Sebagian warganet turut mengaitkan unggahan Fadly hingga menuding dirinya mendukung komunitas LGBT. Publik menyayangkan unggahan tersebut dan menilai aksi Fadly tak bisa dinormalisasi dengan dalih sebagai hiburan semata.

"Jangan menormalisasi pakai baju bersimbol LGBT. Gua tahu itu bagian dari seni. Lu bisa berdalih hanya tren atau sekadar fashion, tapi lu itu publik figur dari Indonesia dan beragama muslim pula, jadi harus kasih contoh yang baik," tulis salah satu warganet.

"Mungkin bisa dibilang cuma seru-seruan, dan lu bisa mengontrol diri untuk menunjukkan imej bagus ke publik tapi kalo sudah blunder, lu enggak bisa mengontrol publik dalam menilai lu. Hati-hati aja deh," tutur warganet lainnya.

Dalam perspektif psikologi dan studi budaya, pakaian sering kali dipahami sebagai bentuk ekspresi diri. Penggunaan motif tertentu tidak selalu memiliki makna tunggal, melainkan bisa dipengaruhi oleh konteks, niat, hingga latar belakang budaya.

Baca Juga: Viral Video Pesta Asusila Sesama Jenis Hebohkan Masyarakat Cirebon, Dua Pria Diduga LGBT Akhirnya Diciduk Polisi

Banyak ahli melihat penggunaan motif yang dianggap tidak biasa pada pakaian pria sebagai bentuk eksplorasi gaya atau subversi terhadap norma gender yang selama ini berlaku di masyarakat.

Jika digunakan dalam konteks santai atau hiburan, hal tersebut sering dianggap sebagai bentuk humor visual atau ekspresi fesyen tanpa maksud merendahkan pihak tertentu.

Namun, para ahli juga menekankan bahwa persepsi publik tetap sangat bergantung pada konteks sosial. Sebuah pakaian bisa dianggap netral dalam satu situasi, tetapi bisa menimbulkan kontroversi dalam situasi lain jika dianggap menyinggung nilai atau norma tertentu.

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: instagram @fadlyfsl_

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X