Lebih lanjut, Simon juga mengungkap fakta mengejutkan yang menyebut Ruben Onsu ternyata sudah tidak lagi menafkahi sang anak. Diketahui, Ruben sudah tidak membayar biaya sekolah anak sejak akhir 2025 lalu.
Dalam konferensi pers, pengacara Sarwendah mengungkap kesepakatan yang dibuat kliennya dengan Ruben Onsu sebelum bercerai, termasuk bukti percakapan chat dengan Ruben Onsu soal biaya pemeliharaan anak sebelum penandatanganan akta perjanjian.
Dalam kesepakatan itu, terdapat poin soal Ruben yang bersedia membiayai pemeliharaan anak sampai kuliah. Namun, kesepakatan tersebut tidak dilaksanakan dengan baik.
Alhasil, Sarwendah kini membiayai pendidikan anak mulai dari uang sekolah hingga les atau bimbingan belajar, bahkan biaya kesehatan yang seharusnya menjadi tanggungan Ruben seperti yang tertera di kesepatakan perceraian.
"Fakta yang terjadi walaupun sudah disepakati terkait dengan (nafkah) anak ini, namun pada kenyataannya klien kami sejak akhir tahun 2025 sampai 2026 saat ini, justru klien kami yang membiayai biaya pemeliharaan anak-anak," ungkap Simon.
"Semua biaya sekolah, les-les atau bimbingan belajar, dan kalau ada anak-anak yang sakit ke dokter, itu bahkan klien kami menanggung biayanya. Itu dilakukan sejak dari akhir tahun 2025 sampai saat ini," ujarnya.
Sebelumnya, kuasa hukum Ruben sendiri sudah memberikan klarifikasi terkait tudingan soal debt collector. Pihaknya menyatakan bahwa semua biaya yang tidak seharusnya jadi tanggung jawab Ruben masih tetap ditanggung oleh Ruben pasca perceraian.
"Itu sudah pernah kami sampaikan seperti asuransinya pun masih dibayari oleh Ruben padahal sudah tidak terikat dalam perkawinan lagi. Nah, jadi kalau dibilang tidak bertanggung jawab di mana letak tidak bertanggung jawabnya," tepis Minola Sembayang.
"Semua biaya yang bukan tanggungan klien kami masih dibayarkan sampai sekarang, tapi apakah Ruben dapat dapat hak untuk bertemu anaknya 2-3 hari seminggu sesuai kesepakatan? karena hal tersebut tidak diberikan," tandasnya.
Ia pun berharap agar masalah ini tak menjadi berlarut-larut dan bisa didiskusikan agar kedua belah pihak masing-masing mendapatkan hak sesuai kesepakatan perceraian.
"Semuanya bisa dimusyawarahkan, semuanya bisa didiskusikan dengan baik-baik, harusnya janganlah justru pada waktu telah terjadi perceraian kita ribut mengenai masalah ini. Semoga ke depannya semakin bijak karena tidak ada manusia yang sempurna dan kesempurnaan itu hanya milik Tuhan," ujar pengacara Ruben.
"Selama ini Ruben juga sudah kasih nafkah ke anak-anak Rp255 juta per bulan. Sekarang hanya dinilai dari 6 bulan terakhir, terus lari ke mana semuanya selama ini? itu pun Ruben gak dapat haknya bertemu anak-anak sesuai kesepakatan," sambungnya.
"Kenapa enggak dipenuhi aja apa yang menjadi isi perjanjian ini? Sebelum kita bicara masalah harta, yang diatur pertama jadwal untuk berkumpul Ruben dengan anaknya 2 sampai 3 hari dalam seminggu. Perbaiki itu dulu sama anaknya baru kita bicara masalah biaya baru yang lain-lain, jadi semua dapat hak-masing-masing," pesannya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Tanggapi Insiden Debt Collector, Minola Sebayang Ungkap Masalah Utama Ruben Onsu-Sarwendah: Apakah Ada Kaitannya dengan...
Penuhi Panggilan Penyidik, Sarwendah Datangi Polda Metro Jaya Terkait Laporan Ruben Onsu
Go Public Saat Imlek 2026, Sarwendah dan Giorgio Antonio Resmi Berpacaran, Ini Pengakuan Lengkapnya
Sarwendah Spill Perubahan Hidupnya sejak Resmi Pacaran dengan Giorgio Antonio, Mantan Istri Ruben Onsu: Jadi Lebih...
Ruben Onsu Akhirnya Buka Suara soal Tuduhan Tidak Ikut Bangun Rumah Sarwendah, Ini Klarifikasinya
Ruben Onsu Akhirnya Buka Suara soal Sindiran Sarwendah dan Tuduhan Pesugihan Gunung Kawi yang Viral