Rabu, 8 Juli 2026

Chef Arnold Geram Usai Dituding Menghina Rakyat Kecil Gegara Naikkan Harga Daging di Restoran Miliknya Imbas Dolar Naik: Efeknya ke Semua Kalangan...

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Senin, 18 Mei 2026 | 11:30 WIB
Potret Chef Arnold Poernomo yang terpaksa naikkan harga makanan di restoran miliknya karena pakai daging impor dan terkena imbas dolar naik (Instagram/arnoldpo)
Potret Chef Arnold Poernomo yang terpaksa naikkan harga makanan di restoran miliknya karena pakai daging impor dan terkena imbas dolar naik (Instagram/arnoldpo)

SketsaNusantara.id - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mulai memunculkan efek domino di berbagai sektor. Kondisi ini rupanya juga dirasakan oleh Chef Arnold Poernomo.

Juri MasterChef Indonesia itu mengaku terpaksa menaikkan harga daging di restoran miliknya karena biaya bahan baku impor ikut melonjak seiring kenaikan dolar.

Melalui unggahan di akun Threads pribadinya, Chef Arnold menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil bukan untuk mencari keuntungan lebih besar, melainkan karena harga daging impor yang digunakan di restorannya mengalami kenaikan signifikan.

Baca Juga: Apa Arti 'Ter-L' yang Diucapkan BigMo? Viral TikToker Muhammad Jannah Hina Surabaya, Kena Semprot Cak Ji hingga Sindiran Pedas Chef Arnold Poernomo

"Mohon maaf saya harus menaikkan harga daging di resto saya. Ini bukan kami overpriced atau mau morotin customer, tapi karena dollar naik dan karena daging untuk restaurant semuanya import,” tulisnya, dikutip SketsaNusantara.id dari akun Threads @arnoldpo, pada hari Senin, 18 Mei 2026.

Chef asal Surabaya itu juga menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud memberatkan pelanggan. Ia bahkan berjanji akan kembali menyesuaikan harga apabila kondisi nilai tukar membaik.

Dalam unggahan tersebut, Arnold turut menjelaskan alasan mengapa restoran miliknya menggunakan daging sapi impor. Menurutnya, kualitas dan karakteristik daging lokal dinilai berbeda dengan kebutuhan restoran yang ia jalankan.

Baca Juga: 4 Fakta Le Cordon Bleu, Sekolah Kuliner Almamater Anak Natalius Pigai hingga Chef Renatta, Punya 35 Kampus?

"Kalau ditanya 'kenapa nggak pakai sapi lokal?' sapi itu banyak tipenya. Sapi di Indonesia dagingnya keras karena marbling-nya, dan kebanyakan sapi yang dikembangbiakkan di Indonesia itu sapi import. Sementara daging untuk resto itu impor dari US, Australian, Japanese dan kita tidak pakai meltique," jelasnya.

"Jadi, mohon maaf sekali lagi, nanti kalau harga (dolar) turun saya akan turunkan harga yang sesuai," sambungnya.

Sebagai informasi, tidak semua sapi di Indonesia merupakan sapi impor. Namun, pasokan daging nasional hingga kini memang masih sangat bergantung pada impor sapi bakalan maupun indukan dari luar negeri.

Unggahan Arnold tersebut langsung dibanjiri beragam komentar warganet. Banyak yang menilai kenaikan dolar kini mulai mulai menimbulkan efek domino dan berujung pada kenaikan harga pangan hingga berdampak pada bisnis kuliner.

Baca Juga: 31 Triliun Dolar Dirampas Belanda dari Indonesia? Prabowo Bandingkan dengan PDB dan APBN 2025

Namun, ada pula yang mengaitkan pernyataan Arnold dengan ucapan Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu terkait pelemahan rupiah.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Threads @arnoldpo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X