SketsaNusantara.id - Kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air setelah penyanyi Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu 7 Maret 2026. Sebelum berpulang, kondisi kesehatan pelantun lagu pop tersebut diketahui sempat menurun akibat komplikasi penyakit yang dideritanya.
Vidi selama beberapa tahun terakhir diketahui tengah berjuang melawan kanker ginjal. Penyakit tersebut telah ia hadapi sejak tahun 2019. Dalam perjalanan pengobatannya, kondisi tubuhnya beberapa kali mengalami penurunan sehingga memerlukan perawatan intensif.
Menjelang akhir hayatnya, Vidi sempat mengalami pneumonia yang membuatnya harus menjalani perawatan di rumah sakit selama sekitar 10 hari. Informasi mengenai kondisi tersebut terungkap dari percakapan pribadi Vidi dengan presenter Daniel Mananta.
Dalam pesan yang dikirimkan pada 9 Februari lalu, Vidi menyampaikan bahwa dirinya baru saja kembali ke rumah setelah menjalani perawatan.
“Aku baru banget balik ke rumah nih after 10 days opname. Masih harus steril karena pneumonia,” tulisnya dalam pesan tersebut.
Pneumonia sendiri merupakan penyakit infeksi pada paru-paru yang dapat memicu peradangan pada jaringan paru. Kondisi ini terjadi ketika kantong udara kecil di paru-paru atau alveoli mengalami peradangan akibat infeksi mikroorganisme seperti bakteri, virus, maupun jamur.
Mengutip informasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pneumonia dapat menimbulkan gejala yang bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Infeksi pada alveoli menyebabkan kantong udara di paru-paru terisi cairan atau nanah sehingga penderitanya mengalami kesulitan bernapas.
Sejumlah gejala biasanya muncul ketika seseorang mengalami pneumonia. Beberapa di antaranya adalah batuk yang berlangsung terus-menerus, demam tinggi, serta rasa sesak saat bernapas. Selain itu, penderita juga dapat merasakan nyeri pada dada, kelelahan, keringat berlebih, hingga menurunnya nafsu makan.
Keluhan lain yang sering menyertai pneumonia antara lain sakit kepala, nyeri otot, napas yang lebih cepat dari biasanya, hingga tubuh terasa sangat lemas.
Baca Juga: Habib Ja’far Hadir di Pemakaman Vidi Aldiano: Sakitnya Selama 6 Tahun adalah Penggugur Dosa
Penyakit ini juga memiliki sejumlah faktor risiko yang perlu diwaspadai. Kelompok yang lebih rentan mengalami pneumonia di antaranya adalah orang lanjut usia di atas 65 tahun dan anak-anak di bawah usia lima tahun. Selain itu, kebiasaan merokok, penyakit kronis, serta kondisi sistem imun yang lemah juga dapat meningkatkan risiko infeksi paru tersebut.
Apabila tidak ditangani dengan baik, pneumonia dapat menimbulkan komplikasi yang cukup serius. Beberapa di antaranya adalah infeksi pada aliran darah atau bakteremia, pembentukan abses paru yang ditandai dengan adanya nanah di jaringan paru, serta efusi pleura yang terjadi ketika cairan menumpuk di sekitar paru-paru.
Artikel Terkait
Tangis Isyana Sarasvati Sampaikan Salam Perpisahan Melepas Kepergian Vidi Aldiano, Persembahkan Lagu Favorit Sahabat di Panggung 'Sparkle on Sound'
Vidi Aldiano Berpulang, Akun Instagram Sheila Dara Dibanjiri Doa dan Dukungan dari Fans, Unggahan Terakhirnya Bertajuk 'Tulang Rusuk' Curi Perhatian
Tasya Kamila Takjub dengan Banyaknya Pelayat di Rumah Duka Vidi Aldiano: Bener-Bener Teman Semua Orang
Edho Zell Bagikan Cerita Menyentuh tentang Vidi Aldiano: Di Tengah Banyak Artis Besar, Cuma Dia yang Mengajak Saya Ngobrol
Habib Ja’far Kenang Momen ketika Mendoakan Vidi Aldiano di Depan Ka’bah: Ia Dipanggil saat Dosanya Sudah Berguguran