Kamis, 4 Juni 2026

Imbas Konflik AS-Israel dan Iran, Umi Pipik Cancel Keberangkatan Umrah Demi Keselamatan Jemaah

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 5 Maret 2026 | 21:00 WIB
Potret Umi Pipik dan anaknya, Abidzar. (Instagram/_ummi_pipik_)
Potret Umi Pipik dan anaknya, Abidzar. (Instagram/_ummi_pipik_)

SketsaNusantara.id - Konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran berdampak pada sektor penerbangan internasional. Sejumlah bandara besar yang menjadi pusat transit mengambil langkah pembatalan rute ke kawasan Timur Tengah. Kebijakan itu memengaruhi perjalanan dari dan menuju wilayah tersebut.

Penutupan dan pembatasan rute dilakukan di tengah situasi keamanan yang memanas.

Maskapai memilih menyesuaikan operasional demi alasan keselamatan. Dampaknya dirasakan oleh berbagai pihak, termasuk pelaku usaha travel umrah di Indonesia.

Baca Juga: Banjir Tawaran Brand Ambassador, Wardatina Mawa Tak Mau Lepas Cadar Seperti Inara Rusli, Umi Pipik: Saya Lega

Pipik Dian Irawati atau Umi Pipik mengakui kondisi tersebut berimbas pada bisnisnya. Beberapa jemaah yang seharusnya berangkat ke Tanah Suci terpaksa menunda perjalanan. Keputusan itu diambil mengikuti arahan maskapai penerbangan.

“Kemarin seharusnya ada yang berangkat. Karena dapat arahan begitu, jadi kami cancel dulu,” tuturnya di Depok, Jawa Barat.

Menurutnya, pembatalan dilakukan sebagai bentuk kepatuhan terhadap kebijakan penerbangan. Ia menyebut perusahaan travel tidak memiliki pilihan lain dalam situasi tersebut. Keselamatan menjadi pertimbangan utama.

Baca Juga: Adiba Khanza dan Egy Maulana Gelar Gender Reveal Calon Bayi, Umi Pipik Siap Dapat Cucu Pertama!

Umi Pipik menyatakan tidak menyalahkan maskapai atas keputusan tersebut. Ia memahami langkah itu diambil di tengah kondisi genting. Konflik yang memanas dinilai berpotensi mengganggu keamanan penerbangan.

Selain pembatalan keberangkatan, dampak lain juga dirasakan jemaah Indonesia. Sejumlah warga yang berada di Arab Saudi dilaporkan belum dapat kembali ke Tanah Air. Pembatasan terbang masih diberlakukan hingga situasi dinyatakan aman.

Sebagai pengelola travel, Umi Pipik menegaskan fokusnya pada perlindungan jemaah. Ia tidak ingin mengambil risiko di tengah ketidakpastian situasi regional. Keputusan menunda keberangkatan disebut sebagai langkah antisipatif.

“Iya dong, karena sebagai travel agent kami harus memastikan keselamatan para jemaah. Ini menyangkut nyawa banyak orang,” ungkap ibu empat anak tersebut menambahkan.

Ia menyebut pihaknya terus memantau perkembangan dari maskapai dan otoritas terkait. Informasi terbaru menjadi dasar dalam menentukan jadwal ulang keberangkatan. Komunikasi dengan jemaah juga terus dilakukan.

Menurutnya, ada kemungkinan operasional penerbangan kembali dibuka dalam waktu dekat. Ia menerima kabar bahwa rute ke dan dari Timur Tengah dapat diaktifkan kembali pada 5 atau 6 Maret 2026. Namun hingga saat ini, keberangkatan masih belum diizinkan.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X