Kamis, 4 Juni 2026

Umrah Tanpa Keluarga, Enno Lerian Alami Momen Blank saat Tawaf dan Hanya Mampu Panjatkan 1 Doa Ini

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 28 Februari 2026 | 10:00 WIB
Momen Enno Lerian saat umrah. (Instagram/ennolerian_)
Momen Enno Lerian saat umrah. (Instagram/ennolerian_)

SketsaNusantara.id - Enno Lerian baru saja menjalani ibadah umrah tanpa didampingi suami dan anak-anak. Perjalanan tersebut disebutnya sebagai momen healing spiritual yang bermakna.

Perempuan berusia 42 tahun itu berangkat sendiri ke Tanah Suci. Ibadah ini sekaligus menjadi ruang refleksi pribadi yang jarang ia dapatkan dalam keseharian.

Namun, perjalanan ibadah tersebut menyimpan pengalaman tak terduga. Enno justru mengalami momen emosional saat berada di Mekkah.

Baca Juga: Febby Rastanty Jalani Ibadah Umrah di Bulan Puasa, Berangkat Bersama Suami Tercinta

Sebelum keberangkatan, Enno mengaku telah menyiapkan daftar doa yang panjang. Daftar itu berisi berbagai permohonan untuk hidup pribadinya.

Ia menyusun doa untuk karier, usaha, dan orang-orang terdekatnya. Semua doa tersebut sudah dipersiapkan sejak masih berada di Jakarta.

“Sebenernya gini, kalau dari Jakarta tuh aku udah punya banyak list doa-doa yang pengin aku sampaikan. Masalah karier, usaha, terus banyaklah tentang orang tua,” cerita Enno Lerian dalam tayangan Rumpi No Secret Trans TV pada Sabtu 28 Februari 2026.

Baca Juga: Warnai Ramadhan! Sultan Djorghi dan Istri Melaksanakan Ibadah Umrah

Namun, kondisi berbeda terjadi saat ia tiba di depan Ka’bah. Enno justru merasa pikirannya kosong dan sulit mengingat doa-doa yang telah disiapkan.

Situasi tersebut dialami ketika ia menjalani rangkaian ibadah umrah. Momen itu datang secara tiba-tiba tanpa bisa ia kendalikan.

Ia mengaku kehilangan fokus dan merasa blank. Doa-doa yang telah disusun rapi justru tidak terlintas di benaknya.

“Tapi pas begitu lagi ibadah umrahnya, benar-benar blank. Benar-benar nge-blank banget. Maksudnya kayak aduh aku tuh lupa, aku tuh sampai gak kepikiran mau banyak doa apa,” ungkapnya.

Peristiwa itu terjadi saat Enno melakukan tawaf. Kondisi Masjidil Haram saat itu sangat padat oleh jemaah dari berbagai negara.

Ia sempat terdesak arus jemaah yang berdesakan. Konsentrasinya terpecah karena harus menjaga keseimbangan dan kelancaran ibadah.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X