SketsaNusantara.id - Rumah produksi Pal8 Pictures resmi merilis teaser perdana film layar lebar Laut Bercerita pada Selasa, 24 Februari 2026 di Jakarta.
Film ini diadaptasi dari novel bestseller karya Leila S. Chudori yang pertama kali terbit pada 2017 dan telah dicetak ulang lebih dari 100 kali.
Kehadiran film ini menjadi salah satu momen yang paling dinantikan penonton. Cerita yang mengangkat kisah aktivis mahasiswa di penghujung 1990-an itu dinilai memiliki daya tarik emosional dan historis yang kuat. Pal8 Pictures menjadwalkan film ini tayang di bioskop Indonesia pada tahun 2026.
Dalam teaser yang dirilis, Reza Rahadian dipercaya memerankan tokoh utama Biru Laut, seorang mahasiswa sastra Inggris yang vokal dan idealis. Sementara itu, Dian Sastrowardoyo tampil sebagai Kasih Kinanti, sosok yang membawa Laut masuk ke dalam pusaran pergerakan mahasiswa. Deretan aktor lain turut terlibat, termasuk Christine Hakim sebagai Ibu Wibisana, yang penampilannya dalam teaser memantik respons emosional publik.
Film ini menggambarkan kehidupan dalam pelarian, tekanan mental, serta penyiksaan yang dialami para aktivis.
Cerita juga mengikuti perjuangan keluarga dan kekasih Biru Laut, Ratih Anjani, yang diperankan Eva Celia, dalam mencari keadilan dan kebenaran. Latar waktu akhir 1990-an menghadirkan situasi sosial politik yang mencekam dan penuh ketidakpastian.
Proyek ini merupakan pengembangan dari film pendek berjudul sama yang pernah dirilis pada 2017.
Dalam versi layar lebar, kisah disajikan lebih utuh dengan pendalaman karakter dan konflik yang lebih luas. Sutradara Yosep Anggi Noen menyusun narasi visual yang mengikuti alur novel, sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan dramatik sinema.
Reza Rahadian menyampaikan bahwa dirinya berpegang penuh pada novel dan skenario sebagai fondasi utama membangun karakter Biru Laut. Ia menilai karakter tersebut memiliki kompleksitas emosi dan pemikiran yang relevan dengan kondisi sosial saat ini.
“Dari film pendek ke film panjang secara karakter enggak ada perubahan signifikan, saya akan berpegangan pada novelnya dan pada skenarionya karena deskripsi karakter tetap sama dan enggak berubah, kemudian proses reading itu yang biasa-biasa saja, yang membuat perjalanan film ini juga menarik dari karakter masing-masing punya background dan keunikannya sendiri,” ujar Reza dalam konferensi pers, Selasa, 24 Februari 2026.
Ia menambahkan bahwa Biru Laut digambarkan sebagai sosok rasional di tengah tekanan politik dan situasi penuh ancaman.
Karakter ini menjalani pergulatan batin yang intens saat berhadapan dengan risiko kehilangan, penyiksaan, dan penghilangan paksa. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membawa penonton menyelami ketegangan yang dialami generasi muda pada masa itu.
Artikel Terkait
Kapan Film Lisa BLACKPINK yang Syuting di Indonesia Tayang? Extraction: Tygo Masuk Daftar Rilisan Global Netflix 2026
Omara Esteghlal Sumringah Usai Dapat Penghargaan Berkat Perannya dalam Film Pengepungan di Bukit Duri, Karangan Bunga Spesial dari Prilly Jadi Sorotan
Ananta Rispo Didapuk Jadi Pemeran Utama Film Komedi Ketok Mejik, Beradu Akting dengan Ersya Aurelia dan Tarra Budiman
Viral di Medsos, Sejumlah Foto Lokasi Syuting Film Lisa BLACKPINK di Tangerang hingga Kota Tua Jakarta Malah Jadi Gunjingan Warganet Gara-Gara Ini
Kecewa Penonton Film CAPER Sedikit, Devano Danendra: Rasanya Kayak Cinta Sendiri...