Minggu, 19 Juli 2026

Pengakuan Onadio Leonardo Setelah Rehabilitasi Narkoba, Dari Pengalaman Sesama Pengguna hingga Sindrom Peter Pan

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 31 Januari 2026 | 20:45 WIB
Onad didampingi istri keluar dari rehabilitasi. (YouTube Reyben Entertainment )
Onad didampingi istri keluar dari rehabilitasi. (YouTube Reyben Entertainment )

SketsaNusantara.id - Artis Onadio Leonardo kembali menjadi perhatian publik. Ia muncul setelah menyelesaikan masa rehabilitasi narkoba. Proses pemulihan itu berlangsung selama tiga bulan.

Kehadirannya disampaikan melalui sebuah podcast populer. Onadio membagikan pengalamannya selama menjalani rehabilitasi. Cerita tersebut menarik perhatian banyak pendengar.

Dalam keterangannya, Onadio mengungkap awal mula penggunaan narkoba. Ia menyebut pemikiran keliru yang pernah diyakininya. Pengalaman itu kemudian berujung pada rehabilitasi.

Baca Juga: Sebut Onad Kepala Keluarga Terbaik, Beby Prisillia Sampaikan Pesan Menyentuh untuk Sang Suami Usai Tersandung Kasus Narkoba: Kamu Bukan Penjahat...

"Aku pikir kayak pakai seatbelt aja coba-coba sekali nggak masalah," kata Onadio sebagaimana dilansir dari siniar YouTube Deddy Corbuzier, Sabtu, 31 Januari 2026.

Selama menjalani rehabilitasi, Onadio bertemu banyak pengguna narkoba lainnya. Ia menyaksikan berbagai kondisi fisik dan mental. Beberapa di antaranya mengalami gangguan ingatan serius.

Onadio juga berkonsultasi dengan psikolog di panti rehabilitasi. Ia mencoba memahami kondisi psikologis yang dialaminya. Proses tersebut membuka pemahaman baru tentang dirinya.

Baca Juga: Setelah Onad Terseret Kasus Narkoba, Coki Pardede Diduga Sentil Habib Ja’far: Kalo Saya Sih di Feed Gak di Story

Dari hasil terapi, Onadio mengetahui penyebab perilaku yang dijalaninya. Ia mendapat penjelasan bahwa penggunaan narkoba bukan sekadar rekreasi. Kondisi psikologis tertentu turut memengaruhi.

Onadio kemudian mengenal istilah sindrom Peter Pan. Kondisi ini berkaitan dengan kesulitan melepaskan fase usia muda. Ia menyebut diagnosis tersebut disampaikan dalam sesi rehabilitasi.

"Aku tidak bisa move on dari golden age saat masih 19 tahun," tegasnya.

Sindrom Peter Pan dikenal dalam kajian psikologi sejak 1980-an. Istilah ini diperkenalkan oleh psikolog Dan Kiley. Konsep tersebut membahas pria yang kesulitan menghadapi kedewasaan.

Dalam literatur psikologi, sindrom ini dikaitkan dengan faktor lingkungan. Pola asuh keluarga menjadi salah satu latar belakang utama. Peran ayah dan ibu dinilai berpengaruh terhadap perkembangan anak laki-laki.

Penelitian menyebut, relasi keluarga yang tidak sehat dapat memicu kondisi tersebut. Anak laki-laki berpotensi mengalami hambatan emosional. Hal ini berdampak pada proses pendewasaan.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X