Seiring waktu, Aurelie memutuskan membagikan kisah tersebut kepada masyarakat. Keputusan itu muncul setelah ia menyadari banyak perempuan dan orang tua mengalami hal serupa.
"Awalnya bukan untuk konsumsi publik, aku menulis sebagai bentuk kejujuran ke diri sendiri. Dulu, waktu aku masih kecil dan mencoba bersuara, responsnya justru menyakitkan, jadi ada trauma untuk bercerita," ujarnya.
Aurelie berharap kisah dalam Broken Strings dapat menjadi teman bagi pembaca. Ia juga berharap diskusi publik tidak berubah menjadi ruang spekulasi dan serangan personal.***
Artikel Terkait
Tanggapi Kasus Child Grooming yang Menimpa Aurelie Moeremans, Denny Sumargo: Kalau Gue Punya Anak Seperti Bobby…
Acungkan Jempol atas Keberanian Aurelie Moeremans dalam Menyuarakan Bahaya Child Grooming, Emil Mario: Diam Sebenarnya Lebih Mudah…
Terbongkar, Tahun 2010 Ibunda Aurelie Moeremans Laporkan Dugaan Child Grooming Hingga 4 Kali ke Komnas Perlindungan Anak, Nama Kak Seto Terseret
Emosional, Rieke Diah Pitaloka Soroti Kasus Child Grooming Aurelie Moeremans, Desak Negara Lebih Serius Bertindak Tangani Kasus Kekerasan Seksual
Ramai Disorot, Netizen Telusuri Karakter yang Ada dalam Buku 'Broken Strings' Aurelie Moeremans, Nama Miller Khan hingga Kimberly Rider Ikut Terseret