Minggu, 19 Juli 2026

Kembali Kritik Pemerintah, Bintang Emon Unggah Video Parodi Ingatkan Pejabat yang Kerjanya Bener tapi Harus Waspada, Netizen Teringat 2 Sosok Ini

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 10 Januari 2026 | 07:40 WIB
Potret Bintang Emon unggah video parodi yang mengkritik sistem di pemerintahan (Instagram/bintangemon)
Potret Bintang Emon unggah video parodi yang mengkritik sistem di pemerintahan (Instagram/bintangemon)

Puncak satire muncul saat Bintang menyarankan agar sang profesional memperkuat "backingan" menyiapkan pengacara hebat, hingga memastikan segala persoalan bisa menjadi viral ketika mendadak ada kasus yang menjeratnya.

"Mantap nih, niatnya baik kalo kerja udah sesuai prosedur. Keren! Tapi kalau dikasusin, gimana, mas?" kata Bintang.

"Saran dari saya, backingannya ditambahin, inget, presiden ada umurnya. Cari temen yang banyak deh, cari lawyer yang hebat. Kalau bisa, kasusnya nanti harus wajib dibikin viral," pesannya.

Baca Juga: Sebut Gibran Wapres Ngantuk dalam Stand-Up, Pandji Pragiwaksono Disemprot Dokter Tompi: Bukan Kritik Cerdas

Perkataan Bintang menyinggung penyelesaian kasus setelah "viral", mempertegas kritik yang jadi sindiran terhadap praktik kekuasaan dan penegakan hukum di Indonesia.

Dengan gaya satir, Bintang menyampaikan kritik sosial dengan cara yang ringan, namun sarat makna.

Pesan tersebut disampaikan secara halus, namun terasa menohok, terutama bagi publik yang mengikuti dinamika politik dan birokrasi belakangan ini.

Video tersebut sontak menuai perhatian luas dari warganet. Banyak yang menduga parodi itu menyinggung kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Google Chromebook yang menyeret nama mantan Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim.

Baca Juga: Sidang Korupsi Chromebook Yang Rugika Negara Hingga Rp 2,1 Triliun , JPU Sebut Nadiem Makarim Terima Aliran Dana Sebesar Rp 809 Miliar

Sebagaimana diketahui, kasus dugaan korupsi Nadiem Makarim mendapat sorotan tajam publik hingga dianggap kriminalisasi kebijakan yang dikaitkan dengan adanya konflik kepentingan.

Pengadaan Chromebook dilakukan dalam rangka digitalisasi pendidikan, namun belakangan ini dipersoalkan terkait mekanisme, efektivitas, hingga dugaan penyimpangan anggaran.

Situasi ini memicu perdebatan publik lantaran Nadiem yang mengambil kebijakan dan diklaim mengikuti prosedur, namun tetap berpotensi menyeret pengambil keputusan ke ranah hukum.

Baca Juga: Baru Sebulan Menjabat, Purbaya Dipuji Mahfud MD: Dia Mulai Hantam Korupsi

Di sisi lain, sebagian warganet juga mengaitkan video Bintang Emon dengan sosok Purbaya Yudhi Sadewa, yang dikenal memiliki kinerja menonjol dalam menerapkan efisiensi anggaran dan reformasi kebijakan fiskal.

Langkah-langkah efisiensi yang dilakukan dinilai berani dan tepat sasaran, namun di saat yang sama berpotensi mengganggu kepentingan lama.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Instagram @bintangemon

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X