Kamis, 4 Juni 2026

Dokter Tompi Tak Terima Pandji Pragiwaksono Singgung Fisik Wajah Gibran Rakabuming Raka Dalam Segmen Stand Up Komedinya

Photo Author
Qorry 'Aina Damayanti, Sketsa Nusantara
- Senin, 5 Januari 2026 | 11:30 WIB
Dr. Tompi tanggapi materi stand up komedi Pandji Pragiwaksono soal wajah Gibran Rakabuming Raka (instagram.com/@dr_tompi)
Dr. Tompi tanggapi materi stand up komedi Pandji Pragiwaksono soal wajah Gibran Rakabuming Raka (instagram.com/@dr_tompi)

SketsaNusantara.id - Dokter Tompi turut komentari materi stand up komedi Pandji Pragiwaksono yang bertajuk Mens Rea.

Dalam pertunjukan stand up nya, Pandji Pragiwaksono menyinggung soal penampilan fisik wakil presiden Gibran Rakabuming Raka.

Pada salah satu segmen, Pandji Pragiwaksono tak segan menyebut bahwa wajah Gibran Rakabuming Raka adalah wajah ngantuk.

Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Minta Maaf Lagi Perihal Candaannya yang Singgung Budaya Toraja, Ngaku Tetap Pegang Komitmen Ini

Ucapan Pandji Pragiwaksono itulah yang lantas menuai tanggapan dari dr Tompi.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, dr Tompi menyayangkap sikap Pandji yang bkan hanya mengkritik kinerja Gibran, namun juga kondisi fisiknya.

"Menertawakan kondisi fisik seseorang, apa pun konteksnya, bukanlah bentuk kritik yang cerdas," tulisnya, dilansir dari akun Instagram @dr_tompi.

Baca Juga: Dianggap Roasting Budaya Toraja Lewat Standup Comedy, Komika Pandji Pragiwaksono Mendapat Paket Sanksi Berat 96 Sapi dan Babi dan Uang Miliaran

Dr Tompi lantas memberi penjelasan terkait kondisi wajah Gibran yang disebut Pandji dengan wajah ngantuk.

Menurutnya, kondisi wajah Gibran itu tidak seharusnya menjadi bahan lelucon.

"Apa yang terlihat 'mengantuk' pada mata, dalam dunia medis dikenal sebagai Ptosis atau suatu kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan, fungsional, atau medis, dan sama sekali bukan bahan lelucon," tegasnya.

Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Minta Maaf dan Siap Diproses Hukum karena Materi Stand Up yang Menyinggung Adat Toraja, Titip Pesan Ini untuk Komika Indonesia

Musisi sekaligus dokter bedah plastik ini lantas mengimbau siapapun untuk tidak dengan mudah menghina fisik orang lain.

"Kritik boleh, satire boleh, humor pun sah,"

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X