SketsaNusantara.id - Taqy Malik yang selama ini dikenal publik sebagai hafiz Al-Qur'an serta mantan suami Salmafina Sunan menjadi pusat perhatian setelah terseret dalam kasus sengketa perdata atas lahan tanah di Bogor.
Kasus ini semakin ramai dibicarakan setelah Taqy meluncurkan kampanye penggalangan dana umat melalui gerakan "Rp30K".
Namun, inisiatif donasi besar-besaran ini justru menimbulkan kontroversi dan tudingan serius dari pihak penggugat bahwa Taqy telah menyalahgunakan dana umat.
Kasus sengketa tanah ini sendiri bermula dari perjanjian jual beli sejumlah kavling tanah antara Taqy Malik dengan penjual bernama Sirhan.
Total nilai perjanjian jual beli tanah tersebut mencapai sekitar Rp9 miliar, namun belum lunas pembayarannya, Taqy diketahui sudah membangun rumah dan mesjid diatas lahan tersebut.
Untuk itu pihak Sirhan kemudian menggugat ke pengadilan dengan gugatan wanprestasi prestasi dan penggugat berhasil memenangkannya.
Untuk itu Mahkamah Agung mengharuskan Taqy mengosongkan lahan dan mengembalikan lahan tersebut.
Dalam situasi terjepit tersebut, Taqy melakukan banyak upaya mulai dari melego mobil mewahnya, membuka open donasi umat hingga menghadirkan 'Gerakan 30K' atau gerakan Rp30 ribu.
"Kita bikin gerakan 30 K, 1 orang Rp 30 ribu," ungkap Taqy terkait programnya, dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Starpro Indonesia.
"Saya kan cuma ngajak, itu ikhtiar terakhir kita mengumpulkan Rp 6 miliar sampai waktu yang ditentukan," imbuhnya.
Aksi penggalangan dana ini justru memicu kritikan yang lebih besar dan tuduhan serius bahwa penggalangan dana umat tersebut digunakan untuk hutang pribadi Taqy Malik sendiri.
Pihak penggugat dan sejumlah kritikus justru menuding bahwa Taqy Malik menggunakan nama "masjid" dan "dana umat" sebagai tameng untuk menutupi utang pribadi yang muncul dari perjanjian jual beli individu.
Artikel Terkait
Sunan Kalijaga Angkat Bicara Usai Heboh Kuasa Hukum Agus Salim Diduga Ancam Warga NTT Soal Donasi dari Densu: Kami Sangat...
Tunjukkan Dukungan Kepada Razman Nasution, Sunan Kalijaga Minta Persidangan Dilaksanakan Secara Terbuka
Gandeng Sunan Kalijaga, Dokter Oky Pratama Disebut Orang yang Baik Berada di Tempat yang Salah
Dr Oky Pratama Diduga Jadi Otak di Balik Sindikat Kasus Pemerasan Nikita Mirzani, Pengacara Sunan Kalijaga Membantah! Ada Fakta Baru