“Kami mohon, jangan hanya dibaca atau didengar. Tapi diwujudkan dalam langkah nyata: transparan, bisa jadi pegangan, dan memberi akuntabilitas yang jelas,” ungkapnya.
Maudy juga mengkritisi rasa empati para pemimpin yang seolah hilang di tengah kerakusan dan keserakahan dalam berkuasa.
“Tolong jangan menganggap masyarakat remeh, berempatilah daripada keserakahan,” tegasnya.
Perubahan dan aksi yang nyata menjadi satu-satunya cara yang dapat dilakukan meski terlihat sulit dan mustahil.
“Beraksi melampaui pendengaran performatif, berubahlah bahkan ketika itu sulit,” tutup Maudy.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Vidi Aldiano Turut Rayakan Ulang Tahun ke-30 Tahun Maudy Ayunda, Netizen: Bertemu Mantan Kembali..
Maudy Ayunda Cetak Sejarah Jadi Penyanyi Indonesia Pertama yang Isi OST Film Korea 'You Are the Apple of My Eye', Reaksi Sang Suami Bikin Gemas!
Pertama dan Satu-satunya Artis Indonesia, Maudy Ayunda Bawakan Ost Film Korea Selatan You Are The Apple of My Eye
Maudy Ayunda Jadi Penyanyi Ost Film Korea Selatan 'You Are The Apple of My Eye' dengan Judul Now Do You, Ini Liriknya
Maudy Ayunda Ngaku Tidak Suka Tampil Nyanyi di Podcast Raditya Dika: Gue Enggak Suka Performing, Tapi Suka Proses Workshop