Kamis, 4 Juni 2026

Ikut Pasang Badan Soal Keadilan Indonesia, Boris Bokir Sindir Anggota DPR RI Agar Ingat Akan Janji: Jangan Tengil...

Photo Author
Alvin Septia Wijaya, Sketsa Nusantara
- Minggu, 31 Agustus 2025 | 08:30 WIB
Boris Bokir, pelawak tunggal turut buka suara menuntut keadilan di Indonesia. (Instagram/@borisbokir_)
Boris Bokir, pelawak tunggal turut buka suara menuntut keadilan di Indonesia. (Instagram/@borisbokir_)

SketsaNusantara.id - Aksi demo rakyat besar-besaran di depan gedung DPR RI belum mereda, semua bersuara membawa nama keadilan.

Bukan hanya keadilan, aksi demo tersebut juga menyuarakan kekecewaan masyarakat terhadap anggota DPR, terutama terkait kenaikan tunjangan anggota DPR.

Masyarakat unjuk rasa meminta untuk Pemerintah membatalkan kebijakan tunjangan rumah, transparansi gaji, serta membatalkan rencana kenaikan gaji anggota DPR.

Baca Juga: Salah Sasaran! Parto Patrio Jadi Korban Amukan Netizen Setelah Kemunculan Video Jogetin Aja Eko Patrio dan Uya Kuya, Kenapa?

Naasnya, Aksi unjuk rasa yang dimulai sejak Senin, 25 Agustus 2025 itu telah menelan korban jiwa.

Affan Kurniawan, salah seorang ojek online (ojol) dinyatakan meninggal dunia setelah dilindas oleh oknum Brimob menggunakan kendaraan taktis.

Duka sejenak menyelimuti Indonesia untuk menghormati kematian Affan Kurniawan.

Baca Juga: Ferry Irwandi Bongkar Dugaan Dalang Kerusuhan Demo Sejak 25 Agustus 2025, Minta Prabowo dan Intelejen Telusuri Jejak Digital

Insiden itu terjadi pada 28 Agustus 2025, kejadian tersebut memicu gelombang amarah serta protes besar dari komunitas ojol.

Selain masyarakat biasa, para influencer serta publik figur Tanah Air juga mulai bergerak dan ikut bersuara lantang meminta keadilan di Indonesia.

Beberapa diantaranya ada Andovi da Lopez, Denny Sumargo, Lucinta Luna, Cinta Laura, hingga yang terbaru adalah Boris Bokir.

Baca Juga: Gedung Grahadi Surabaya Dibakar, Netizen Waspadai Dugaan Oknum yang Provokasi Massa: Yakin Ini Demonstran yang Bakar?

Pelawak tunggal, Boris Bokir dengan lantang menyindir para pejabat publik agar selalu ingat akan janjinya saat pemilihan.

"Setiap 5 tahun sekali, selalu tiba-tiba muncul, tiba-tiba pedili, membarikan janji-janji, yang pada akhirnya meminta suara agar bisa terpilih (kembali). Setelah terpilih (biasanya) sika lupa siapa TUANnya," sindir Boris.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X