Kamis, 4 Juni 2026

Bocah 10 Tahun Jadi CEO? Shandy Purnamasari Tunjuk Ryu Kintaro, Jawaban Dewasa dan Strategi Bisnisnya Bikin Kagum Netizen

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Senin, 11 Agustus 2025 | 13:47 WIB
Momen penandatanganan Ryu Kintaro yang diangkat menjadi CEO Bebiotic bersama Shandy Purnamasari dan Juragan 99.  (Instagram/shandypurnamasari)
Momen penandatanganan Ryu Kintaro yang diangkat menjadi CEO Bebiotic bersama Shandy Purnamasari dan Juragan 99. (Instagram/shandypurnamasari)

SketsaNusantara.id – Di usianya yang baru 10 tahun, Ryu Kintaro berhasil mencuri perhatian publik setelah diangkat menjadi CEO merek produk bayi Bebiotic oleh pengusaha sukses Shandy Purnamasari.

Shandy, yang dikenal sebagai pendiri brand MS Glow sekaligus figur inspiratif di dunia bisnis, kali ini memberikan kepercayaan besar kepada Ryu lewat sebuah momen yang berawal dari wawancara santai.

Ryu Kintaro sendiri bukan sosok asing di media sosial. Bocah ini kerap muncul dengan pembawaan percaya diri dan pola pikir dewasa, membuatnya sering viral dengan pernyataan-pernyataan yang menginspirasi.

Baca Juga: Momen Andra Dewa 19 Menggendong Cucunya yang Baru Lahir: Aku Sudah Resmi Jadi Kakek Sekarang!

Shandy Purnamasari, yang dikenal gemar membimbing anak muda untuk berani memulai usaha, melihat potensi tersebut dan menuangkannya dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya.

Dalam video itu, Shandy duduk berhadapan dengan Ryu di sebuah meja marmer dengan beberapa produk Bebiotic di hadapan mereka. Suasana santai terasa, namun percakapan keduanya mengalir penuh makna.

"Susah mana jadi pewaris atau perintis?" ucap Shandy membuka tanya jawabnya dengan pertanyaan yang cukup menantang.

"Kalau menurut aku, lebih susah perintis," jawab Ryu.

Baca Juga: Cinta Laura Lakukan Ritual yang Khas dengan Adat Agama Hindu, Malah Menuai Protes dari Netizen: Lho, Bukannya Islam?

"Karena kita harus ngerintis sesuatu. Tapi kan perintis itu bisa dilihat dari beberapa sudut pandang. Bisa dilihat dari orang yang membuat hal yang tidak ada menjadi ada, atau orang yang ngerintis dari nol sampai berhasil.

"Yang penting kita berani coba sih, walaupun belum tahu akan berhasil atau tidak" lanjut Ryu menjelaskan perintis dengan beberapa sudut pandangnya.

"Tapi sebenarnya dua-duanya punya beban masing-masing. Kalau pewaris bebannya adalah kita harus bisa ngelola apa yang diwariskan, jangan cuma bisa ngabisin," tambah Ryu mengungkapkan jika perintis dan pewaris memiliki beban masing-masing.

Jawaban yang matang dari seorang anak usia 10 tahun itu membuat Shandy semakin penasaran.

"Tujuh hari di awal bisnis kamu ngapain?" tanya lagi Shandy.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X