Balas dendam bukan dalam arti negatif, tapi lebih kepada pembuktian bahwa dirinya berhasil melewati masa sulit dan kini menikmati hasil perjuangan.
Soimah juga menyampaikan bahwa lingkungan tempat tinggalnya dulu bukanlah tempat yang mengenal kemewahan.
Anak-anak terbiasa membantu orang tua bekerja, bahkan sejak pagi sebelum berangkat sekolah. Membantu mengasap ikan adalah rutinitas yang dijalani tanpa banyak pilihan.
Bau asap, amis, dan sisik ikan menjadi hal biasa yang menempel di tubuh anak-anak pesisir. Termasuk dirinya. Tak jarang, bekas sisik ikan di tangan baru terlihat saat tangan mulai kering di sekolah.
Kini, seiring perjalanan hidupnya yang berliku hingga menjadi publik figur, Soimah menganggap parfum sebagai simbol keberhasilannya.
Simbol bahwa ia telah bangkit dari kehidupan penuh bau amis menjadi pribadi yang wangi di atas panggung hiburan nasional.
Kisahnya ini menjadi pengingat bahwa siapa pun bisa bangkit dari keterbatasan. Dengan kerja keras, bahkan aroma masa lalu yang menyengat bisa digantikan dengan wangi keberhasilan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Sindiran Soimah untuk Resolusi Tahun Baru: Kalau Nggak Ngapa-ngapain ya Mustahil
Geram! Soimah Laporkan Akun yang Catut Namanya untuk Penipuan Giveaway, Sri Mulyani Ikut Terseret
Masa Lalu Deddy Corbuzier Dibongkar Soimah: Jaim Tak Pernah Tertawa hingga Pernah Dilempar Pisau
Dianggap Kaya Sejak Lahir, Soimah Minta Vidi Aldiano Jualan Kerupuk: Cobain Perasaan Orang yang Nggak Punya
Soimah Jadi Korban Mega Korupsi Pertamax Oplosan Pertamina, Kini Berikan Pesan Menohok ke Presiden Prabowo: Ku Congkel Matanya