Minggu, 19 Juli 2026

Sal Priadi Tunjukkan Mural 'Malang Suantai Sayang', Jadi Pertanda Lagu untuk Kampung Halamannya akan Segera Dirilis?

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Minggu, 27 Juli 2025 | 13:30 WIB
Sal Priadi mengunggah mural bertuliskan Malang Suantai Sayang sebagai teaser lagu terbarunya (Instagram/salpriadi)
Sal Priadi mengunggah mural bertuliskan Malang Suantai Sayang sebagai teaser lagu terbarunya (Instagram/salpriadi)

 

SketsaNusantara.id – Penyanyi solo pria kenamaan asal Malang, Salmantyo Ashrizky Priadi atau yang akrab dikenal dengan nama Sal Priadi, kembali mencuri perhatian publik. Kali ini bukan hanya karena kualitas vokalnya yang memukau, tetapi juga karena pengumumannya yang sangat emosional.

Ia akan merilis lagu berjudul "Malang Suantai Sayang" pada bulan Agustus mendatang. Lagu ini merupakan bentuk penghormatan Sal untuk kota kelahirannya, Malang, Jawa Timur.

Sal Priadi lahir di Malang pada 30 April 1992. Ia tumbuh dan besar di kota yang dikenal dengan hawa sejuk dan nuansa artistiknya yang kuat. Dalam perjalanan kariernya sebagai musisi, Sal tak pernah sungkan menyebut Malang sebagai bagian penting dalam hidupnya.

Baca Juga: Terduga Pencuri HP Penonton pada Konser Sal Priadi di Jember Ditangkap, Polisi Temukan 7 Barang Bukti

Kini, setelah bertahun-tahun berkarya dan dikenal luas di kancah musik nasional, Sal kembali menengok akar identitasnya dengan menciptakan lagu khusus yang didedikasikan untuk kota asalnya.

"Sebuah pengumuman, saya akan merilis lagu terbaru saya berjudul 'Malang Suantai Sayang' bulan Agustus ini." tulis Sal Priadi dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan Instagram @salpriadi.

Bukan Sal Priadi namanya jika tak menyampaikan sesuatu dengan cara yang puitis dan visual. Dalam unggahannya, terlihat sebuah mural besar dengan tulisan “Malang Suantai Sayang” tengah digarap di sebuah rolling door di sudut kota.

Baca Juga: 7 Hari Setelah Gusti Irwan Meninggal, Sal Priadi Ungkap Draft Lagu Gustiwiw yang Belum Dirilis: Salah Gue Sih

Mural tersebut tampak penuh warna dan mengandung unsur lokal khas Malang seperti ungkapan “Kipa ilakes” dan "Mbout wales," yang merupakan dialek khas Arek Malang.

"Kipa Ilakes" merupakan kebalikan dari kalimat "Apik Sekali" yang berarti "Bagus Sekali". Sementara itu, "Mbois Wales" adalah ungkapan yang berarti "Keren Banget."

Kehadiran mural ini seolah menjadi pembuka cerita lagu yang akan dirilisnya. Bagi warga Malang, mural tersebut tak hanya menarik secara visual, tapi juga menggugah rasa bangga dan rindu akan kampung halaman.

Meski judul lagu terdengar santai, namun makna yang tersimpan sangat dalam. Kata “suantai” merupakan pelafalan khas Malang untuk kata “santai”, yang merepresentasikan gaya hidup warga Malang yang tenang dan penuh kehangatan. Sedangkan “sayang” menunjukkan rasa cinta mendalam terhadap tanah kelahiran.

Judul ini mencerminkan bagaimana Sal melihat Malang bukan hanya sebagai tempat tinggal masa kecil, tetapi sebagai ruang yang membentuk cara pandangnya terhadap hidup, cinta, dan seni.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X