“Karena fotonya pun itu beredar, kemarin disampaikan bahwa fotonya didapat dari akun bodong, kami coba cek ternyata foto-foto tersebut sudah beredar,” imbuhnya.
Syamsul menegaskan, pernyataan yang disampaikan Lita Gading dalam video tersebut sifatnya edukatif.
Ia juga menilai tidak ada maksud menjatuhkan martabat anak Ahmad Dhani.
“Kalau melihat unggahan videonya, tidak ada yang menyatakan perundungan ataupun menjatuhkan harkat martabat anak,” tuturnya.
Menurutnya, klaim tentang adanya gangguan psikis akibat video juga harus melalui pembuktian medis.
Pemeriksaan psikolog diperlukan sebelum menyimpulkan adanya dampak mental.
“Terganggu psikis harus dibuktikan dengan pemeriksaan psikologi, bukan ujug-ujug laporan,” tambahnya lagi.
Syamsul bahkan menyoroti pernyataan dari kuasa hukum pihak Dhani yang menyebut kasus ini sebagai kejahatan luar biasa. Ia mengatakan bahwa anggapan tersebut tidak tepat.
“Ini bukan kejahatan luar biasa dan disampaikan di situ ada UU ITE juga dilaporkannya, tapi nggak tahu pasal berapa,” ucap Syamsul.
Laporan dari pihak Ahmad Dhani masih diproses di KPAI. Belum ada keputusan lebih lanjut terkait langkah hukum selanjutnya.
Pihak Lita Gading tetap bersikukuh bahwa video yang diunggah tidak mengandung unsur perundungan sebagaimana yang dituduhkan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Soal Dugaan Jejak Digital Dokter Oky Pratama hingga Isu Kawin Kontrak, Psikolog Lita Gading: Itu Hal Biasa...
Kucing vs Ani-Ani: Lita Gading Bongkar Drama Rekaman 2,5 M Lisa Mariana dan Ridwan Kamil! Model Majalah Dewasa Tersudut?
Lita Gading Soroti Ayu Aulia dan Tengku Zanzabella yang Nimbrung dalam Isu Perselingkuhan Ridwan Kamil: Banyak Ani-ani Bermunculan
Bukan Sekadar Peringatan! Lita Gading Bongkar Alasan Paula Verhoeven Tak Layak Jadi Aspri Hotman Paris, Sebut Soal Hijrah dan Masa Depan Cemerlang
Viral! Lita Gading Sindir Pedas Aura Cinta di Tengah Perdebatan dengan Dedi Mulyadi: Rumah Masih di Pinggiran Kali