"Yang bikin skrip males riset mungkin. Soalnya denger-denger filmnya emang dibuat belom ada ijin ybs (gatau deh)," ujarnya dalam thread review tersebut.
Banyak pula netizen yang menambahkan bahwa Anies sendiri tidak pernah mempromosikan film bertajuk 'Senyum Manies' itu.
Malah, dia dibilang lebih gencar mengiklankan film 'GJLS Ibuku Ibu-Ibu' yang disutradarai oleh Monty Towa di akun media sosialnya.
Ada pula yang menyoroti tendensi pembuat film Indonesia yang cenderung menggarap film biopik asal tokohnya sedang naik daun saja tanpa mempertimbangkan pesan yang bisa diambil dari kisah tokoh.
"Never trust indonesian to make biopic. Alih bikin biopic karena ada pesan yg bisa diambil dari kisah hidupseorang tokoh, malah dibikin karena "eh ini orang lgi naik daun. Bikinin aja film". Even film Habibie ga lepas dari ini," ujar akun @todayis_gloomin.
Kritik tersebut bisa jadi refleksi bagi industri film Indonesia untuk tidak asal membuat film tentang orang nyata, terutama jika tokoh tersebut masih hidup.
Film biopik sendiri adalah film yang menceritakan kehidupan seseorang yang benar-benar nyata. Di Indonesia, film jenis ini sangat sering ditayangkan seperti 'Habibie & Ainun' dan 'A Man Called Ahok'. ***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Film dr. Soebandi Tayang Tiap Akhir Pekan di Alun-Alun Jember, Mengenang Kisah Pejuang Kemerdekaan yang Namanya Abadi di Bumi Pandhalungan
Tak Terduga! Davina Karamoy Beri Tanggapan Ini Saat Adegan Mesra dengan Arya Saloka di Film Dendam Malam Kelam
Instagram Netflix Indonesia Mendadak Banjir Komentar Usai Posting Film yang Tayang Bulan Juni, Netizen: Kabar Buruk
Film A Business Proposal Indonesia Bakal Tayang di Netflix, Netizen Ungkit Jumlah Penonton: Gedean Viewers YouTube yang...
Pecahkan Rekor 10 Juta Penonton! Jumbo Picu Perdebatan Usai Dianggap Gak Layak Jadi Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa, Kok Bisa?