"Pantesan berada adem, ternyata gue berada di bawah bayang-bayang @adriyandhy. Sudah selayaknya dan sepantasnya. Fly high dude!" pungkas Ernest yang menunjukkan penghargaan dan apresiasi atas keberhasilan Ryan.
Jumbo menjadi film animasi pertama di Indonesia yang menembus angka 10 juta penonton. Sebuah prestasi luar biasa mengingat film horor dan komedi kerap mendominasi di tangga Box Office Indonesia selama ini.
Film animasi ini diproduksi selama 5 tahun oleh Visinema Studios dengan melibatkan 420 animator dari seluruh Indonesia.
Baca Juga: Film Animasi Jumbo Sukses Besar, Ryan Adriandhy Ungkap Rahasia di Balik Kesuksesannya
Mengusung tema keluarga dan persahabatan, film ini menyuguhkan kisah yang menyentuh hati dengan suguhan kualitas visual yang mampu bersaing dengan animasi Hollywood.
Sementara itu, KKN di Desa Penari, yang dirilis pada 2022, sempat menjadi film Indonesia pertama yang mencapai 10 juta penonton.
Popularitasnya didorong oleh cerita horor yang mengadaptasi kisah nyata dari mahasiswa KKN di desa terpencil Banyuwangi yang dibagikan akun Twitter @SimpleM81378523 dan pernah hits tahun 2009 lalu.
Di sisi lain, Agak Laen, yang dirilis pada tahun 2024, sukses meraup 9,2 juta penonton dengan menyuguhkan kisah komedi yang unik, menunjukkan kekuatan komedi lokal yang mampu menarik perhatian penonton.
Cuitan Ernest tidak hanya menjadi momen nostalgia, tetapi juga menjadi bukti perkembangan industri kreatif Indonesia.
Beberapa warganet juga turut mengapresiasi keberhasilan Ryan dan menyebut "Sejarah terulang kembali" yang seolah menjadi "recall" ala stand-up comedy yang mengundang nostalgia.
Bagi Ernest, film Agak Laen yang kalah dari film arahan Ryan Adriandhy di tangga Box Office bukanlah dianggap sebagai suatu kegalalan.
Ia menerima hasil ini dengan lapang dada, bahkan mengakui keunggulan Jumbo sebagai sesuatu yang layak dan pantas mendapatkan penghargaan karena memang film tersebut berhasil menarik perhatian khalayak luas dari berbagai kalangan.
"Jumbo resmi menyalip posisi Agak Laen sebagai film terlaris Indonesia sepanjang masa. Jika ini dianggap sebagai sebuah kekalahan, maka ini adalah kekalahan paling membanggakan," ungkap Ernest.
Artikel Terkait
Syahrini Curi Perhatian Tampil Glamor di Cannes Film Festival 2025, Bangga Tenteng Tas Brand Lokal Indonesia, Harganya Bikin Geleng-Geleng Kepala
Film dr. Soebandi Tayang Tiap Akhir Pekan di Alun-Alun Jember, Mengenang Kisah Pejuang Kemerdekaan yang Namanya Abadi di Bumi Pandhalungan
Tak Terduga! Davina Karamoy Beri Tanggapan Ini Saat Adegan Mesra dengan Arya Saloka di Film Dendam Malam Kelam
Instagram Netflix Indonesia Mendadak Banjir Komentar Usai Posting Film yang Tayang Bulan Juni, Netizen: Kabar Buruk
Pecahkan Rekor 10 Juta Penonton! Jumbo Picu Perdebatan Usai Dianggap Gak Layak Jadi Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa, Kok Bisa?
Dilan Janiyar Bertemu Manoj Punjabi, Kisah Hidup Bakal Jadi Film Box Office, Finding Safno Tayang di Bioskop?