Kamis, 4 Juni 2026

Ahok Apresiasi Film Pengepungan di Bukit Duri, Karya Joko Anwar Soroti Krisis Empati dan Kepercayaan yang Relate dengan Indonesia Saat Ini

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 19 April 2025 | 11:53 WIB
Ahok apresiasi karya Joko Anwar, sebut Pengepungan di Bukit Duri jadi kritik terhadap kondisi Indonesia saat ini  (Instagram/basukibtp)
Ahok apresiasi karya Joko Anwar, sebut Pengepungan di Bukit Duri jadi kritik terhadap kondisi Indonesia saat ini (Instagram/basukibtp)

"Hari ini kita menghadapi situasi kemunafikan, mereka (pemerintah) tidak ada yang peduli sebenarnya. Jadi masyarakat sekarang bingung kalo ada masalah mau ngadu ke siapa?" tuturnya.

Ahok juga blak-blakan menyebut soal ketidakpercayaan masyarakat pada pemerintah yang membuat kondisi Indonesia carut marut seperti sekarang.

Baca Juga: Temani Istri Nonton Fanmeeting Kim Ji Won di Jakarta, Ahok Disorot Netizen: Random Banget Nggak Nyangka!

Mantan Komut Pertamina itu juga berpesan untuk tetap berbuat baik dan melawan dengan mengesampingkan kebencian.

"Kita udah gak percaya sama pejabat kita, jujur aja. Kalo ada satu hal yang harus dipertahankan ya tentu Kepercayaan, karena unsur kepercayaan itulah yang membuat negara kita bersatu kembali," tandasnya.

"Terus kita ngapain? Kalo menurut saya, kita tetap berbuat baik, kita gak dendam, tidak bawa kebencian. Kalo anak-anak ditanamkan kebencian itu bahaya," tuturnya,

"Lawan semua kebencian dengan tidak pakai kekerasan menyerupai mereka, tapi dibalas dengan kasih kita," pungkas Ahok.

Baca Juga: Joko Anwar Singgung Ijazah Asli saat Bahas Riwayat Pendidikannya, Mantan Presiden RI Auto Kena Sentil Netizen

Joko Anwar sendiri mengungkapkan bahwa film Pengepungan di Bukit Duri ini sebagai gambaran masa depan bangsa dan peringatan jika negara tidak serius memperbaiki masalahnya sedari awal.

"Film kesebelas saya ini sebagai gambaran Indonesia pada tahun 2027 kalau misalkan kita tidak mulai memperbaiki diri, tidak menempatkan pendidikan sebagai prioritas dan tidak memutus rantai budaya kekerasan di Indonesia," kata Joko Anwar.

"Film ini juga berdasarkan dari keresahan kita karena di Indonesia banyak yang harus dipebaiki, salah satunya kekerasan dan juga budaya korupsi. Jadi, kalau gak berubah akan seperti apa masa depan negara kita," pungkasnya.***

 

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Instagram @basukibtp

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X