“Kalau benar Kaesang yg gantiiin Lutfi, berarti itu benar suaranya Mulyono, dan rekaman suara yg beredar dan viral ini akan menjadi bukti betapa jahatnya seorang Jokowi yg telah menyalahgunakan kekuasaan demi ambisi kekuasaan pribadi dan keluarganya,” tulis akun @lombok1xxx.
“Tapi suaranya persis, pembicaraannya sesuai kondisi yang ada,” tulis akun @Andik51697xxx.
Lantas, benarkah video rekaman yang diklaim suara Jokowi dan Ahmad Luthfi itu benar adanya?
Dalam hal ini, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) lewat siaran persnya menegaskan, video rekaman yang diklaim suara Jokowi dan Ahmad Luthfi adalah hoaks.
“Hasilnya menunjukkan adanya probabilitas 99-100 persen audio atau suara tersebut melibatkan teknologi kecerdasan buatan atau hasil kloningan,” tulis siaran pers Komdigi.
Baca Juga: Ramai Jadi Perhatian! Abidzar Al Ghifari Kepergok Jalan Bareng dengan Wanita, Rebecca Klopper?
Lebih lanjut, masih berdasarkan siaran pers Komdigi, berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Presiden Republik Indonesia tidak bisa langsung memberhentikan gubernur.
Pasalnya, hal itu membutuhkan sejumlah syarat dan tahap agar bisa dilakukan secara legal.
Di lain sisi, video rekaman yang diklaim adalah suara Jokowi itu turut dibantah ajudan presiden ke-7 tersebut.
“Bukan, itu bukan suara Bapak. Enggak benar itu,” jelas ajudan Jokowi, Syarif Muhammad Fitriansyah.
***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI