"Memasokkan cream berhidroquinon, cream antibiotik ke seluruh Indonesia dengan cara tidak benar, bisa dibuktikan dengan cara impor yang tidak benar," tegas dr Oky Pratama.
"Diduga bisa mengoplos cream malam itu seakan-akan BPOM, padahal itu racikan," lanjutnya.
Tak hanya itu, keburukan Heni Sagara yang diduga menjadi mafia skincare pun berlanjut hingga ke regulasi Indonesia.
"Si Ibu juga diduga terindikasi, dia bisa ngeluarin uang untuk merubah regulasi di Indonesia," ucap dr Oky.
Dalam postingan Instagramnya, dr Oky Pratama kemudian menyebut akun Instagram BPOM untuk menindaklanjuti hal tersebut.
"@bpom_ri tolong di atensi ini, kalau tidak ada tindak lanjuti, saya akan terus menyuarakan nonstop setiap hari," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!