news

Jaga Ketersediaan Stok Darah, PMI Jember Gandeng Keluarga Besar Pesantren Lewat Program Kemanusiaan

Rabu, 19 Agustus 2026 | 13:32 WIB
Jaga Ketersediaan Stok Darah PMI Jember Gandeng Keluarga Besar Pesantren Lewat Program Kemanusiaan

SketsaNusantara.id — Palang Merah Indonesia Kabupaten Jember memperluas jangkauan gerakan sosial demi menjaga ketersediaan pasokan darah harian melalui program PMI Goes to Pondok Pesantren pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Melalui inisiatif ini, PMI Jember menggandeng keluarga besar pesantren mulai dari pengasuh, santri, wali santri, alumni, hingga masyarakat sekitar untuk berdonor darah secara berkala.

Kepala Unit Donor Darah PMI Kabupaten Jember, dr. M. Agus Burhansyah, menjelaskan bahwa program ini dirancang agar pemenuhan kebutuhan darah di wilayah Jember dapat terjaga secara berkesinambungan.

Baca Juga: Remaja 12 Tahun di Nganjuk Tewas Diduga Terlindas Alat Berat, Seberapa Ketat Pengamanan Proyek?

Langkah strategis tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Bupati Jember, Muhammad Fawait.

"Kami telah bertemu dengan Gus Bupati Fawait dan Beliau mendukung penuh agar kami masuk ke pondok pesantren untuk mengajak keluarga besar ponpes melaksanakan aksi kemanusiaan donor darah," ujar dr. Agus Burhansyah.

Sebelumnya, PMI Jember telah menjangkau keluarga besar Pondok Pesantren Nuris dan Darusholah.

Baca Juga: Muhammadiyah Jombang Siapkan Kokam, Bakso-Kopi Gratis hingga Layanan Kesehatan di Muktamar ke-35 NU

Pada kegiatan terbaru, tim PMI menyambangi Pondok Pesantren Riyadus Sholihin dan disambut langsung oleh Ketua Yayasan, HM Madini Faruq atau Gus Mamak, yang menyatakan kesiapannya menjalin kolaborasi jangka panjang.

Gus Mamak menilai donor darah memiliki nilai ganda karena selain menjaga kesehatan tubuh juga mampu menyelamatkan jiwa pasien yang membutuhkan.

Ia membandingkan aksi ini dengan tradisi kesehatan yang sudah biasa dilakukan di lingkungan pesantren.

Baca Juga: Heboh Dikta Wicaksono Dikabarkan Sudah Menikah, Postingan Boncengan Naik Motor Bareng Rachel Cia di Instagram Jadi Kode Sebelum 'Halal Selamanya'

"Di ponpes ini sudah ada budaya bekam dan fasdu yang sama-sama mengeluarkan darah, tetapi darahnya dibuang. Kalau donor darah, darah yang dikeluarkan justru dimanfaatkan untuk menolong pasien di rumah sakit," kata Gus Mamak.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Riyadus Sholihin, H. Abdullah Faruq atau Gus Aab, mengungkapkan bahwa potensi pendonor dari lembaga pendidikan yang dipimpinnya sangat melimpah.

Halaman:

Tags

Terkini