news

Viral Tukang Cukur di Bogor Minta Maaf Usai Sebut Indonesia Belum Merdeka, Benarkah Dipaksa Kecamatan Gegara Masalah Pemasangan Bendera? Ini Faktanya

Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:33 WIB
Viral Tukang Cukur di Bogor sampaikan permintaan maaf usai sebut Indonesia belum merdeka, sempat dicecar pertanyaan dari pihak kecamatan gegara tak pasang bendera jelang HUT ke-81 RI (Instagram/lambe_turah)

Video tukang cukur yang akhirnya minta maaf setelah menyebut Indonesia belum merdeka itu seketika menyita perhatian publik dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Tak sedikit warganet yang menyayangkan sikap petugas Kecamatan yang diduga mengintimidasi saat warga berusaha menyampaikan pendapatnya.

Bahkan tak sedikit warganet yang mendukung tukang cukur karena dinilai perkataan soal Indonesia belum merdeka tak sepenuhnya salah.

Baca Juga: Bebas Berekspresi, Dedi Mulyadi Tidak Permasalahkan Maraknya Pemasangan Bendera One Piece Jelang HUT ke-80 RI: Merah Putih Tetap Berkibar Paling Atas

"Abang tukang cukur kenapa minta maaf? Memang kelihatannya Indonesia merdeka tapi makin ke sini rakyat belum sejahtera, emang kita sudah merdeka dari apa?" komentar salahs artu warganet.

"Abang tukang cukur meminta maaf karena mengatakan kebenaran. Ketika Indonesia bebas dari penjajah tapi masih ada intimidasi, sikap petugas dari kantor kecamatan itu malah menunjukkan bukti bahwa rakyatnya belum merdeka," imbuh warganet lainnya.

"Kita mah dukung Abang tukang cukur. Kalo selama ini Indonesia merdeka kenapa rakyat malah makin miskin, sementara pejabat makin kaya raya? kenapa minta maaf, sementara pemerintah kalo salah pun jarang minta maaf ke rakyatnya," tulis warganet lainnya.

Banyak yang mengkritik sikap dari petugas kecamatan yang diduga memaksa tukang cukur untuk membuat video klarifikasi.

Baca Juga: Mari Kibarkan Sang Saka Merah Putih dengan Benar! Begini Panduan Lengkap Ukuran dan Aturan Pemasangan Bendera Sambut HUT Kemerdekaan RI ke-79

Namun, Camat Rancaubungur menyebut video permintaan maaf itu murni dilakukan tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

"Nggak ada (pemaksaan). Saya tahu itu ditegur oleh RT dan RW karena sebelumnya tidak mau mengibarkan bendera," ungkap DIta Aprilia selaku Camat Rancabungur pada hari Rabu, 12 Agustus 2026.

"Artinya dari pihak RT/RW setempat menegur, 'jangan lah ada perkataan Indonesia belum merdeka', sebatas itu saja. Setelahnya yang bersangkutan menyatakan permintaan maaf," jelasnya.

Camat Dita juga tak menyangka video tersebut mendadak jadi viral dan tersebar di media sosial tanpa sepengetahuan dari pihak kecamatan.

"Saya tanya Pak Kasi sama teman-teman, dan memang tidak ada yang menintervensi. Justru video itu beredar tanpa sepengetahuan kita," pungkasnya.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Tags

Terkini