Abra menduga sebagian bahan ayam yang digunakan dalam batch kedua memiliki kualitas yang kurang baik setelah tercampur dalam proses pengolahan.
Ia menyebut sekitar ada sebagian bahan ayam yang diduga memiliki kualitas kurang baik dan tercampur saat proses pemasakan sehingga menyebabkan makanan terkontaminasi.
"Jadi ayamnya itu 90 persen bagus, tapi yang 10 persen mungkin waktu dimasukkan kecampur dengan kualitas yang kurang bagus," jelasnya.
Sebelum Abra mencicipi makanan tersebut, chef dan ahli gizi yang terlibat dalam proses penyediaan menu MBG juga telah melaporkan adanya kejanggalan.
Mereka menyampaikan bahwa rasa dan aroma makanan pada batch kedua terasa tidak seperti biasanya.
"Ketika batch kedua pemasakan, chef sama ahli gizi laporan ke saya bahwa katanya ada masakan yang rasanya dan baunya kayaknya nggak enak," ujar Abra.
Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pengecekan lebih lanjut sebelum didistribusikan.
Benar saja, beberapa saat setelah Abra bersama sejumlah rekannya yang turut mencicipi makanan tersebut mengaku mengalami mual hingga muntah setelah mencicipi ayam rempah.
"Sempat mual muntah ya nggak sampai diare, tapi memang tidak layak makan," kata Abra.
Setelah menemukan indikasi tersebut, pihak SPPG akhirnya mengambil keputusan untuk tidak mengambil risiko.
Ribuan Porsi MBG di Karanganyar Ditarik karena Tak Layak Konsumsi
Alhasil, Ribuan porsi makanan yang sebelumnya telah disiapkan untuk dibagikan kepada siswa akhirnya ditarik dan tidak jadi didistribusikan.
"Terindikasi tidak layak itu, saya sendiri dan rekan-rekan juga ikut terdampak akhirnya ya daripada nanti kenapa-kenapa langsung aja kita tarik lagi dan langsung ambil sebelum didistribusikan," pungkas Abra.