SketsaNusantara.id — Kebersihan kompleks Ponpes Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, terutama titik lokasi penyelenggaraan Muktamar ke 35 NU, menjadi perhatian tersendiri panitia. Agar kebersihan tetap terjaga, dibentuk tim relawan bernama Carbon Warriors.
Sebanyak 700 santri dikerahkan sebagai garda terdepan tim Carbon Warriors.
Panitia Lokal (Panlok) membentuk secara khusus tim kebersihan skala besar ini bersama Yayasan PPBU atas arahan langsung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
KH Abdurrozaq Sholeh, selaku Ketua Yayasan PPBU Tambakberas sekaligus Panlok Muktamar ke-35 NU, mengonfirmasi pembentukan tim Carbon Warriors sebagai langkah antisipasi lonjakan sampah selama muktamar.
"Kita diminta PBNU untuk membentuk tim relawan kebersihan yang bertugas membersihkan area-area berpotensi penumpukan sampah," ujar sosok yang akrab disapa Gus Rozaq tersebut, Rabu 12 Agustus 2026.
700 personel Carbon Warriors, jelas Gus Rozaq, berasal dari berbagai ribath. Mereka, lanjutnya, ditarik dari total 4.000 santri PPBU yang tidak dipulangkan selama ajang muktamar.
Semua personel Carbon Warriors difokus mengondisikan kebersihan di lingkungan dalam pesantren maupun lokasi-lokasi krusial yang menjadi pusat kegiatan muktamar.
Sistem kerja relawan mencakup pemungutan, penampungan, hingga pengangkutan sampah menuju kontainer Tempat Penampungan Sampah (TPS) di kawasan pesantren.
Tim kebersihan siap beroperasi secara bergiliran selama 24 jam penuh menggunakan skema patroli mobile (keliling) dan penjagaan standby di titik-titik rawan penumpukan.
Gus Rozaq menegaskan, seluruh santri yang tergabung dalam Carbon Warriors bekerja murni atas kesadaran dan keikhlasan berkhidmat sebagai relawan.
Di luar pasukan kebersihan, sekitar 3.300 santri PPBU lainnya diperbantukan untuk menyokong operasional divisi akomodasi, transportasi, logistik, hingga pelayanan di sembilan tower penginapan.
Aksi tanggap lingkungan yang digawangi Carbon Warriors ini turut mendapat dukungan penuh dari Ikatan Keluarga Alumni Bahrul Ulum (IKABU) Pusat.