Selain membawa hawa dingin, pergerakan udara dari Australia ini juga memberikan dampak langsung pada kondisi langit dan curah hujan. Karena bersifat dingin dan berat, massa udara ini menekan sirkulasi udara di wilayah Indonesia ke bawah, sebuah gerakan yang disebut dengan subsidence.
Tekanan ini secara efektif menghambat proses penguapan dan pembentukan awan. Akibatnya, wilayah yang terdampak tidak hanya merasakan udara yang dingin sepanjang hari, tetapi juga mengalami angin kencang yang kering dengan kondisi langit cerah tanpa awan hujan, yang menjadi ciri khas utama puncak musim kemarau di Indonesia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!