Apresiasi senada disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk, Abdul Rohman. "Yang telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam mendidik peserta didik serta senantiasa menjalankan tugas sesuai arahan para pengawas binaan patut dipertahankan," katanya.
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, mengajak seluruh guru untuk memaknai profesi sebagai ladang ibadah, bukan sekadar pekerjaan. "Jadikan profesi guru sebagai bentuk ibadah yang dilandasi rasa cinta ketika mengajar, peserta didik akan lebih mudah memahami ilmu yang disampaikan," pesannya.
Dia juga berpesan agar setiap guru harus mengenal karakter setiap muridnya. "Terlebih guru PAl, yang memiliki tanggung jawab membentuk akhlak dan karakter generasi penerus bangsa. Bangun citra bahwa belajar agama adalah kegiatan yang menyenangkan," ungkapnya.
Saat menyampaikan materi, Ketua DPW AGPAll Jawa Timur, Mokh. Fakhrudin Siswo Pranoto, mengawali penyampaian materi dengan implementasi kurikulum berbasis Cinta. Dengan penuh semangat, dia memotivasi seluruh peserta agar mengikuti workshop secara maksimal sebagai bekal dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Dirinya menegaskan bahwa kemajuan AGPAII akan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan serta pengembangan profesional guru PAl.
"DPW AGPAII Jawa Timur ke depan akan memperluas kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi guna mendukung peningkatan kompetensi guru melalui pendidikan, pelatihan, penelitian dan pengembangan akademik," ujar guru PAl SMAN Plandaan Jombang ini.
Kegiatan Workshop PPKB-PAI Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dengan menghadirkan para narasumber yang kompeten di bidangnya.
Selain memberikan penguatan kompetensi pedagogik dan profesional, workshop ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman, inovasi pembelajaran serta penguatan jejaring antarguru PAl di Kabupaten Nganjuk.***