SketsaNusantara.id – Sedikitnya seribu guru pendidikan agama Islam (PAl) mengikuti pembukaan Workshop Pengembangan Keprofesian dan Kompetensi Berkelanjutan (PPKB-PAI) Tahun 2026. Mereka berasal dari jenjang TK, SLB, SD, SMP, SMA dan SMA se-Kabupaten Nganjuk.
Kegiatan berlangsung di Hotel Kusuma Negara Kertosono, Selasa 7 Juli 2026. Acara hingga sore ini dirangkai dengan pelantikan Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (DPD AGPAll) Kabupaten Nganjuk periode 2026-2031.
Hadir pada acara; Bupati Nganjuk, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk, Kepala Bidang PAIS Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Ketua DPW AGPAII Jawa Timur, Ketua DPD AGPAII Kabupaten Nganjuk, dan jajaran tamu undangan lainnya.
Ketua Panitia, Arifudin Zuhri melaporkan, kegiatan PPKB-PAI merupakan bagian dari upaya peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan. Agar, lanjutnya, mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas.
Baca Juga: Antusiasme Tinggi! Dimotori Pemdes, Warga Sidomekar Jember Kompak Sumbang 58 Kantong Darah
"Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian workshop, baik secara luring maupun daring, dengan penuh tanggung jawab," ujarnya.
Dia meminta, kesempatan ini agar dimanfaatkan untuk berdiskusi, bertanya kepada para narasumber serta membangun kolaborasi antarguru demi meningkatkan kualitas pembelajaran.
Workshop secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Moh. Amak Burhanudin.
"Saya mengapresiasi tingginya semangat ribuan guru PAl Kabupaten Nganjuk yang mengikuti kegiatan tersebut," ujarnya.
Dia menjelaskan, Kementerian Agama saat ini tengah menjalankan berbagai program prioritas yang harus dipahami sekaligus diimplementasikan oleh seluruh guru PAl.
Disebutkan, program-program tersebut meliputi penguatan kerukunan dan cinta kemanusiaan, penguatan ekoteologi, Kementerian Agama Berdampak.
"Pendidikan unggul, ramah, dan terintegrasi, Pesantren Berdaya, penguatan ekonomi umat, pemberdayaan rumah ibadah, hingga digitalisasi tata kelola kelembagaan juga menjadi bagian dari program itu," tambahnya.
Ia meminta, para pengurus AGPAII harus menjadi teladan bagi guru-guru lainnya. "Workshop ini harus diikuti dengan serius selama tiga hari. Sebab, setelah kegiatan ini akan ada tindak lanjut yang wajib diimplementasikan di sekolah masing-masing," tegasnya.