Di sana, fasilitas KDKMP telah aktif dimanfaatkan warga sebagai tempat menampung produksi madu lokal.
Ia menjelaskan bahwa madu milik warga tersebut kini bisa dikelola dan menghasilkan uang.
Pendapatan tersebut sangat membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Terkait keberadaan koperasi permanen, Qodari mengungkapkan bahwa saat ini baru ada 1.061 bangunan koperasi yang diresmikan.
Angka ini masih akan terus berproses menuju target 40.000 unit di tahun 2026.
Qodari menjelaskan bahwa setelah bangunan fisik selesai, masih ada tahapan lanjutan yang harus dilalui.
Proses tersebut meliputi penataan letak display barang hingga pengisian stok produk ke dalam gerai.
"Kalau bangunan sudah jadi, itu ada tahapannya. Tahapannya tentu letak display* habis itu masuk barang. Jadi, tunggu tanggal mainnya," sambung Qodari.
Lebih jauh, Qodari membeberkan manfaat nyata dari kehadiran Kopdes Merah Putih bagi kantong masyarakat.
Program ini dirancang khusus untuk membantu menekan angka pengeluaran rumah tangga.
Ia mencontohkan disparitas harga pada komoditas penting seperti gas LPG 3 kg dan minyak goreng MinyaKita.
Harga kedua barang pokok tersebut dipastikan jauh lebih murah jika dibeli melalui koperasi.
Qodari merinci bahwa harga gas LPG 3 kg di pasaran saat ini berkisar Rp20.000 per tabung.