“Termasuk meningkatkan mutu pendidikan di tengah keterbatasan sumber daya, apalagi sekolah berada di pegunungan, dengan medan yang lumayan ekstrim dan jauh dari akses fasilitas umum,” tambahnya.
Hal itu membutuhkan kepemimpinan mumpuni sebagai solusi. Namun, pengalaman di organisasi sudah menempa jiwa kepemimpinannya selama ini. Tercatat, tahun 2009-2013 dia menjadi Ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Nganjuk. “Sekarang ditunjuk menjadi dewan pembinanya,” ungkap dia.
Menurut penuturan Dr Budi Harianto, ketua Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Nganjuk, sosok Maslachah sebagai kader NU yang aktif di berbagai kegiatan di Nganjuk. “Setelah purna di Fatayat, beliau duduk sebagai Dewan Ahli PC ISNU Kabupaten Nganjuk,” terang Harianto.
Dosen UIN Satu Tulungagung ini mengapresiasi atas prestasi dan amanat baru yang diemban. “Semoga Ibu Maslachah sehat dan sukses dalam melaksanakan tugas baru ini di Pacitan,” pungkasnya.
Saat masih menimba ilmu di MAN Nglawak Kertosono, Maslachah juga nyantri di Pondok Pesantren Miftahul Ula Nglawak. “Tamat tahun 1997, lalu lanjut ke Jurusan PAI di STAI Miftahul Ula Nglawak lulus tahun 2002,” ujarnya.
Pendidikan S-2 diperoleh di Konsentrasi Supervisi Pendidikan Universitas Islam Malang. “Masuk tahun 2014 dan lulus 2016, atas beasiswa dari Departemen Agama RI,” imbuhnya. Saat ini, dia menyelesaikan disertasinya di UIN Syaikh Wasil Kediri.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!