Sabtu, 27 Juni 2026

Ditugaskan di Daerah Pegunungan dengan Medan Ekstrim, Kasek Baru SMAN 2 Ngadirojo Pacitan Andalkan Jargon MAJU

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:40 WIB
Kepala Sekolah SMAN 2 Ngadirojo Pacitan, Maslachah (4 dari kanan) saat acara pisah sambut. (SketsaNusantara.id)
Kepala Sekolah SMAN 2 Ngadirojo Pacitan, Maslachah (4 dari kanan) saat acara pisah sambut. (SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id - Namanya cukup singkat, Maslachah. Namun deretan prestasi yang sudah ditorehkan tidak sesingkat namanya. Itulah yang mengantarkan dirinya ditugaskan menjadi kepala sekolah SMAN 2 Ngadirojo Pacitan.

Guru mata pelajaran pendidikan agama Islam (PAI) ini mengawali karir sebagai PNS sejak 1 April 2006 di SMAN Pace Nganjuk. Kemudian mutasi ke SMAN Patianrowo Nganjuk. Di sekolah ini, dirinya sempat menjadi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum.

Perempuan penggemar kuliner bakso ini menuturkan kabar pelantikan pertama kali diperoleh dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah Kabupaten Nganjuk. “Sesuai harapan jenengan (Anda, red), isinya pesan hanya itu. Saya belum tahu kapan dilantik dan dimana penugasannya,” kenangnya.

Baru keesokan harinya dia ke kantor Cabang Dinas Pendidikan Nganjuk. “Setelah itu langsung dibuatkan surat tugas untuk pelantikan sama Kasubag. Pelantikannya langsung oleh Gubernur Jawa Timur hari Rabu tanggal 3 Juni 2026,” kata dia.

Lokasi penugasan baru diketahuinya setelah pelantikan dan pembinaan di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Baca Juga: 34 Gempa Susulan Guncang Pacitan, Anggota DPD RI Lia Istifhama Ingatkan Pentingnya Kesiapsiagaan Bencana di Selatan Jawa

“Awalnya perasaan saya agak cemas saat tahu penempatannya ternyata di Pacitan, khawatir keluarga tidak berkenan. Tapi alhamdulillah suami dan anak-anak yang saat itu ikut di acara pelantikan sangat mendukung tugas yang saya emban. Kami semua yakin dan percaya semua adalah takdir dari Allah,” ujar istri dari Dr. H. Solichul Hadi, pengawas di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk ini.

Bagi perempuan kelahiran 27 Juli 1978 ini, motivasi utamanya menjadi kepala sekolah adalah untuk ikut serta dalam membangun karakter peserta didik melalui kebijakan-kebijakan yang bisa mewarnai dunia pendidikan. “Selain itu saya secara pribadi juga ingin membuktikan bahwa guru PAI juga bisa memiliki hal yang sama, kompetensi yang sama dengan guru mata pelajaran umum lainnya,” tandas Maslachah.

Disinggung agenda untuk memajukan SMAN 2 Ngadirojo, dia memiliki jargon MAJU. “Ini akronim dari empat agenda pokok,” kata perempuan kelahiran Nganjuk ini.

Pertama, jelas dia, adalah mandiri dalam berpikir dan bertindak. Kedua adalah adaptif terhadap lingkungan, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan perubahan zaman. Ketiga adalah juara dalam prestasi akademik dan non-akademik, baik lokal, nasional maupun internasional. Sedangkan keempat, imbuhnya, adalah unggul dalam karakter, layanan pendidikan dan kualitas lulusan.

Untuk mewujudkan visi itu, dirinya sudah memiliki beberapa program unggulan. “Mulai dari program SMADA Ngadirojo Berprestasi, Sekolah Ramah Berkarakter, Sekolah Green School Ketahanan Pangan hingga Program Guru Hebat Sekolah Hebat,” tambah ibu 3 anak ini.

Baca Juga: Video Jalan Rusak di Lampung Viral, Akses Sekolah dan Kerja Terhambat, Warga Minta Perhatian Pemerintah

Termasuk di antaranya program kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), orang tua, alumni dan masyarakat lokal. “Sehingga pada akhirnya SMAN 2 Ngadirojo menjadi pilihan utama masyarakat,” harapnya.

Dia memprediksi tantangan ke depan adalah membangun kepercayaan diri dan seluruh warga sekolah. “Mampu nggak ya jadi pemimpin, bisa nggak ya memimpin perubahan dari sekolah biasa menjadi luar biasa,” ucapnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X