Dikutip dari Dinas Sosial P2KB Kota Pekalongan, gagasan penetapan Hari Keluarga Nasional muncul dalam Sidang Besar PKK pada 1992.
Usulan tersebut kemudian mendapat dukungan pemerintah dan ditetapkan sebagai hari nasional non-libur.
Dalam perkembangannya, Harganas juga erat kaitannya dengan program Keluarga Berencana yang dijalankan pemerintah melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Program KB tidak hanya berfokus pada pengendalian angka kelahiran, tetapi juga mendorong terciptanya keluarga yang sehat, sejahtera dan berkualitas.
Karena itu, berbagai kegiatan Harganas sering diisi dengan edukasi kesehatan keluarga, pengasuhan anak, pencegahan stunting, hingga pembangunan keluarga.
Berdasarkan informasi dari laman DJKN Kementerian Keuangan, keluarga memiliki peran penting dalam pembentukan karakter, pendidikan, hingga kesejahteraan anggota keluarga.
Setiap tahun, pemerintah pusat maupun daerah memperingati Harganas dengan beragam kegiatan seperti pelayanan KB, seminar keluarga, kampanye kesehatan hingga penghargaan kepada keluarga teladan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!