news

Penjelasan BMKG Usai Keluarkan Peringatan Dini Pasca Gempa 7,7 SR Guncang Filipina, Sulut hingga Malut Mengalami Tsunami Kecil, Begini Kondisinya

Senin, 8 Juni 2026 | 12:31 WIB
BMKG keluarkan peringatan dini pasca gempa 7.7 SR guncang Filipina, tsunami kecil terjadi di wilayah Sulawesi Utara hingga Maluku Utara yang cukup dekat dengan pusat gempa (instagram/infobmkg)

 

SketsaNusantara.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami pasca gempa bumi mengguncang Filipina pada hari Senin, 8 Juni 2026.

Mengutip dari Reuters, tercatat gempa bumi terjadi sekitar pukul 06:32 waktu setempat dengan pusat atau episenter berada di wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina dengan kedalaman sekitar 67 kilometer.

Tak lama kemudian, BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami terutama untuk Sulawesi Utara (Sulut), hingga Maluku Utara (Malut), Kalimantan Timur (Kaltim) dan sekitarnya.

Baca Juga: Penjelasan BMKG Terkait Gempa 7,6 SR di Maluku Utara, Peringatan Dini Tsunami Dinyatakan Berakhir, Begini Kondisi Pesisir di Sejumlah Wilayah

"Peringatan Dini Tsunami untuk seluruh wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Gorontalo, Sulawesi tengah Maluku Utara, hingga Kalimantan Timur pasca gempa magnitudo 7,7 SR dengan lokasi episenter 5.69LU, 125.05BT, pusat gempa di laut hingga kedalaman 47 km," tulis BMKG dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan di akun Instagram @infombmkg.

Gempa bumi bahkan dikabarkan mencapai magnitudo 8,2 SR. Guncangan juga dirasakan di sejumlah wilayah terutama di Sulawesi Utara dan Maluku Utara yang cukup dekat dengan pusat gempa.

Warganet yang tinggal di Kabupaten Talaud mengaku merasakan guncangan cukup kencang, begitu pula dengan Morotai dan Halmahera hingg Gorontalo.

Gempa berkekuatan sangat besar juga telah memicu datangnya gelombang tsunami kecil dengan ketinggian maksimal 18-75 cm di beberapa wilayah pesisir Indonesia.

Baca Juga: Gempa Rusia Berakibat ke Indonesia? BMKG Peringatkan Sejumlah Wilayah Waspada Tsunami, Cek Daerah Kamu

Secara berkala, BMKG mengabarkan kondisi pesisir di Desa Kedi, Halmahera Barat, Maluku Utara, terdeteksi kenaikan air laut mencapai daratan 0.09 meter, disusul Ulu Siau setinggi 0.18 meter dan Melonguane di Kabupaten Talaud, setinggi 0.19 meter pada pukul 07:27 WIB.

Beberapa menit kemudian BMKG mendeteksi tsunami kecil di Paleleh, Sulteng, dengan ketinggian air leut mencapai 0.45 meter.

Sementara itu di Sulut, terdeteksi tsunami minor di Tahuna, pada pukul 06:58 WIB setinggi 0.3 meter, disusul Tanjung Sidupa dengan ketinggian air 0.32 meter dan cukup parah di Taleng dengan ketinggian 0.75 meter.

Baca Juga: BMKG Rilis Peringatan Dini Tsunami di Maluku Utara dau Sulawesi Utara Pasca Gempa 7,6 Magnitudo, Minta Warga Tenang dan Waspada

Halaman:

Tags

Terkini