Status WhatsApp tersebut ditulis dalam Bahasa Inggris dengan garis besar isinya adalah bahwa Regu B layak mendapatkan kemenangan tersebut.
“Mereka layak mendapatkan kemenangan dan penjelasan mengapa mereka tetap menjadi pemenang dalam permainan tersebut,” tulis akun Instagram @kementrianbakuhantam dikutip oleh tim redaksi.
Pada kalimat selanjutnya, status yang ditulis diduga oleh Indri tersebut menyebutkan bahwa masyarakat hanya fokus pada 1 sekolah dan mengabaikan keadilan bagi sekolah lain.
“Hanya berfokus pada satu sekolah dan mengabaikan keadilan bagi yang lain adalah salah satu bentuk ketidakpedulian terbesar yang bisa dilakukan seseorang,” lanjutnya.
Diduga Indri menambahkan kalau pada akhirnya sekolah SMAN 1 Sambas yang berhasil memenangkan lomba.
“Sekolah yang menang dinilai tidak pantas menang. Padahal hasil akhir tetap sekolah tersebut yang menang,” sambungnya.
Diduga Indri menyebutkan bahwa SMAN 1 Sambas terlalu dipandang sebelah mata oleh masyarakat dan tidak pantas untuk menang.
“Cuma karena sekolah tersebut tidak terkenal lalu tidak pantas dibanggakan? Mereka layak menang,” imbuhnya.
Pada slide status selanjutnya, diduga Indri justru malah membuka endorse atau promosi berbayar supaya lembaganya makin terkenal.
“Terakhir, mau open endorse, ah. Biar makin kaya. Supaya LHKPN gue yang tersebar makin bikin shock banyak orang,” sebutnya.
Terakhir, diduga Indri bahkan semakin membuat panas situasi dengan berkilah bahwa yang iri pada dirinya tidak akan membuatnya jatuh.
“Hayo, yang iri makin panas, ngeledekin gue nggak akan bikin gue jatuh,” tutupnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!