news

Terungkap Kondisi SPPG Sukabumi yang Viral karena Ulat di Makanan MBG, Wakil BGN Sebut Alurnya Amburadul

Selasa, 12 Mei 2026 | 19:30 WIB
Menyoroti SPPG di Sukabumi yang sempat viral gegara temuan ulat dalam penyajian menu MBG. Berikut ini ulasan selengkapnya. (Instagram.com/@sidakbgn)

SketsaNusantara.id - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Sagaranten, Margaluyu, Sukabumi, Jawa Barat kembali menjadi perhatian publik. Tempat tersebut sebelumnya viral setelah ditemukan ulat dalam ompreng program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sorotan terhadap SPPG itu kembali muncul setelah Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang melakukan inspeksi mendadak ke lokasi.

Hasil sidak tersebut kemudian dibagikan melalui akun Instagram pribadinya pada Senin, 11 Mei 2026.

Baca Juga: Ratusan Siswa di Surabaya Diduga Keracunan Usai Santap Olahan Daging MBG, Operasional SPPG Dihentikan

Dalam keterangannya, Nanik mengungkap sejumlah kondisi di dalam SPPG yang dinilai tidak sesuai standar. Ia menyebut bangunan yang digunakan merupakan rumah yang dialihfungsikan menjadi dapur pelayanan makanan.

"Dari dapur atau SPPG inilah lahir ulat di ompreng yang beberapa waktu lalu viral," kata Nanik dalam unggahan Instagram resminya @nanik_deyang.

Nanik menjelaskan, dari bagian luar bangunan terlihat cukup besar dan mencolok dengan warna biru khas BGN. Namun, kondisi di bagian dalam disebut memiliki alur kerja yang dinilai tidak tertata dengan baik.

Baca Juga: Cegah Stunting Nasional, BGN Instruksikan SPPG Maksimalkan Layanan MBG bagi Ibu Hamil dan Balita

Ia menyoroti beberapa bagian bangunan yang dianggap hanya mengalami perbaikan sederhana tanpa renovasi menyeluruh. Selain itu, kondisi lantai disebut tidak rata dan memiliki permukaan berbeda pada beberapa area.

Menurut Nanik, pada awal pelaksanaan program MBG Januari 2026, bangunan seperti itu disebut tidak memenuhi syarat operasional. Saat itu, ketentuan awal mengharuskan penggunaan bangunan baru dengan struktur lantai rata.

Dalam sidak tersebut, Nanik juga mengaku mengalami kesulitan saat memasuki area penyajian makanan. Ia menyebut lantai pada bagian dapur terasa licin akibat bekas minyak yang belum dibersihkan secara maksimal.

Selain kondisi bangunan, Nanik turut menyoroti peralatan memasak yang digunakan di SPPG tersebut. Ia menemukan proses memasak nasi masih memakai dandang karena steam rice mengalami kerusakan.

Kondisi itu membuat pegawai mulai memasak lebih awal sebelum dini hari agar distribusi makanan tetap berjalan sesuai jadwal. Nanik kemudian meminta agar pihak mitra menyediakan alat cadangan untuk mengantisipasi kerusakan.

Tak hanya itu, ia juga menyinggung keberadaan wastafel di area dapur. Saat sidak berlangsung, wastafel disebut tidak memiliki aliran air meski dipasang pada area kerja.

Halaman:

Tags

Terkini