news

Kementerian ESDM Siapkan Gas Pengganti LPG, Ternyata Sudah Banyak Negara yang Menggunakan Bahan Bakar CNG, Benarkah Lebih Ramah Lingkungan?

Selasa, 5 Mei 2026 | 09:08 WIB
Potret CNG atau bahan bakar gas yang sudah banyak digunakan di banyak negara, dan mulai dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti LPG (Instagram/trustnews)

Di Rusia juga mulai banyak digunakan BbG untuk kendaraan berat dan bus. Sementara negara tetangga, Malaysia, mulai mendorong konversi dari BBM ke gas.

Tak banyak yang tahu, di Indonesia sendiri bahkan sudah menggunakan CNG untuk menunjang transportasi umum seperti bus Transjakarta hingga bajaj.

Dalam salah satu postingan akun Instagram resmi Pemprov DKI Jakarta, disebutkan bahwa beberapa bus TransJakarta menggunakan CNG atau Bahan Bakar Gas sebagai bagian dari upaya untuk menekan emisi gas buang dan polusi.

Fakta ini menunjukkan bahwa CNG bukan sekedar wacana, melainkan sudah digunakan secara luas di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Mengapa Banyak Negara Pakai CNG?

Ada beberapa alasan mengapa banyak negara beralih ke CNG sebagai bahan bakar alternatif, salah satunya karena bahan bakar tersebut diklaim lebih ramah lingkungan.

Baca Juga: Plus Minus BBM Dicampur Etanol 10 Persen, Eks Pembalap Fitra Eri: Bahan Bakar Beretanol Ini Lebih...

Dalam jurnal ilmiah Science Direct dijelaskan bahwa CNG dikenal sebagai bahan bakar yang lebih bersih dibandingkan bahan bakar fosil lainnya.

Pembakarannya menghasilkan emisi karbon dioksida (CO2) yang lebih rendah, serta meminimalkan polutan seperti sulfur dan partikulat.

Selain itu, api yang dihasilkan cenderung lebih stabil dan bersih, sehingga lebih efisien dalam proses pembakaran.

Di banyak negara, CNG menjadi pilihan karena harganya lebih murah dibandingkan bahan bakar minyak (BBM) maupun LPG. Hal ini karena sumbernya berasal dari gas alam yang relatif melimpah.

Mengutip dari situs resmi PGN (Perusahaan Gas Negara), dijelaskan bahwa CNG merupakan bentuk gas alam yang dikompresi pada tekanan tinggi.

Gas alam tersedia dalam jumlah besar di berbagai negara, termasuk Indonesia. Oleh karena itu, Kementerian ESDM tengah mengembangkan CNG dalam bentuk menyerupai gas Elpiji 3 kilogram, untuk mengurangi ketergantungan impor.

Baca Juga: Pertamina Minta Maaf Usai Viral Video Sejumlah Mobil Rusak Gegara Pakai Bahan Bakar Pertamax, Kualitas BBM di Indonesia Makin Buruk?

Kementerian Langkah Energi dan Sumber Daya Mineral dalam mengembangkan CNG dinilai sejalan dengan praktik global. Indonesia sendiri sebenarnya bukan pemain baru dalam penggunaan gas ini.

Halaman:

Tags

Terkini